Setubuhi bocah, HR terancam 7 tahun penjara

oleh -86 views
Link Banner

@Portostimur.com | Ambon : Gara-gara diduga melakukkan persetubuhan kepada anak di bawah umur, warga desa Aki Jaya, Kecamatan Bula Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), HR (49), dipolisikan seorang guru Sekolah Menengah Atas (SMA) Bula.

Hal ini dibenarkan Kasat Reskrim Polres SBT, Iptu La Beli,SH,MH, saat behrasil dikonfirmasi wartawan dari Ambon, Minggu (22/4).

Kasus ini mulai terungkap ketika seorang guru SMA di Bula menemukan anak didiknya, SR (17), yang sementara meneteskan air mata, saat berada dalam ruang belajarnya.

”Kasus ini dilaporkan ke Unit SPKT Polres SBT oleh salah seorang guru SMA Bula, lantaran sang guru yang saat itu sedang mengajar di kelas 10, Rabu (18/4) sekitar pukul 09.00 Wit, melihat muridnya SR saat itu menangis di kelas.

Link Banner

Melihat muridnya yang berlinang air mata itu, membuat guru tersebut lantas menanyakan kepada SR , apa yang membuatnya menangis. Setelah ditanya-tanya kemudian yang bersangkutan mengakui telah diperkosa oleh pamannya yang bernama HR,” ujarnya.

Baca Juga  Ramadhan, BI Maluku taksir kebutuhan uang capai Rp 880 milyar

Mendengar kisah pilu SR, tak tunggu lama sang guru pun menggandeng tangan SR dan langsung mendatangi Polres SBT, melaporkan kasus persetubuhan anak di bawah umur yang dialami SR.

”Korban sendiri dia tinggal dengan pamanya untuk bersekolah di SMA di Bula.

Sedangkan orang tuanya tinggal di luar Bula. Saat menjalani pemeriksaan korban didampingi oleh petugas Dinas Sosial Kabupaten SBT, karena kedua orang tuanya berada di luar Kota Bula,” jelasnya.

Dalam penjelasannya kepada penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres SBT, SR mengaku sementara tidur di kamar belakang, Selasa (17/4), sekitar pukul 11.45 Wit.

Saat berada dalam posisi tidur terlentang, SR mengaku merasa celana panjang kain dan celana dalamnya sudah berada di pergelangan kaki.

Baca Juga  Dirumahkan Tanpa Gaji, 50 Karyawan Waterboom Ternate Dapat Bantuan Sembako dari LSM Rorano

SR kaget bukan kepalang ketika terbangun dan melihat HR sudah menindih korban dari atas serta alat vital pelaku dimasukkan ke bagian kewanitaan SR.

Merasa ternodai, SR pun sempat berontak dan berteriak memanggil adik-adik sepupunya yang merupakan anak pelaku.
Sayangnya, teriakan korban yang berada di dalam kamar bagian belakang tidak didengar oleh penghuni rumah.

”Korban yang sempat berontak dan berteriak itu membuat pelaku terhempas di sisi kanan korban, langsung menampar korban dengan menggunakan telapak tangan kanan dan kena pada mulut korban, hingga mengakibatkan bibir bawah bagian dalam mengalami luka,” terangnya.

Usaha gigih SR melepaskan diri dari cengkeraman HR pun berhasil, ia berontak dan terlepas.

SR kemudian menaikkan lagi celananya dan berlari keluar dari dalam kamar tidurnya.
HR pun tak tinggal diam, menarik korban dari tangan kiri namun korban melakukan perlawanan dengan cara menendang pelaku menggunakan kaki kanan.

Baca Juga  Kelebihan Muatan, KLM Sinar Bahagia 03 Tenggelam

Saat itu juga, jelasnya, korban terlepas dan langsung masuk ke kamar depan dan mengunci pintu.

”Untuk kasus persetububan anak di bawah umur ini, penyidik PPA Satreskrim Polres SBT telah melakukan pemeriksaan kepada 4 orang saksi termasuk, saksi korban dan pelaku. Tersangka saat ini telah diamankan dirumah tahanan Polres SBT, disangkakan dengan pasal pasal 81 Ayat (1) dan (3) jo pasal 76 D, UU 35 tahun 2014, tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002, yang telah diubah dengan UU nomor 17 tahun2016, tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Pasal 294 ayat (1) KUH Pidana dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” pungkasnya. (keket)