Sholawat Asghil itu Ditiupkan di Jogja, Dihentakkan di Malang

oleh -0 Dilihat

Oleh: M Chozin Amirullah, Relawan untuk Perubahan

Di Jakarta, saat kesempatan pulang kerja nyetir sendiri, saya selalu dengerin radio untuk menemui perjalanan. Radio yang saya paling sering saya setel adalah radio Rasil 720AM. Simple aja, jam pulang kantor biasanya menjelang atau setelah maghrib, channel Rasil 720AM banyak pengajian dan sholawatan yang menyejukkan.

Sholawatan yang saya ingat, yang paling sering diputar adalah sholawat Asghil. Biasanya diputar sehabis melantunkan adzan maghrib atau adzan isya, Rasil akan memutar beberapa ayat Quran dan terjemahannya, lalu puisi indah tentang keutamaam sholat, lalu ditutup dengan sholawat Asghil.

Saking seringnya mendengar, aku jadi hafal luar kepala dan seringkali terngiang-ngiang di alam bawah sadar. Tak menyangka, sholawat Asghil itu kini menjadi ‘sholawat wajib’ bagi relawan pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN). Sholawat itu hampir selalu dilantunkan dalam acara-acara kumpulan massa relawan, baik yang dihadiri pasangan AMIN langsung maupun tidak.

Sebelum bergabung dengan Gus Imin, sholawat Asghil sudah jamak dilantunkan oleh relawan Anies Baswedan. Ulama dan Ponpes-ponpes yang simpatik kepada Anies Baswedan sudah lebih dahulu membiasakan melantunkan sholawat itu dalam acara-acara.

No More Posts Available.

No more pages to load.