Sidang Lanjutan: John Kei CS, Mengaku Dianiaya Sampai Jari Manis dan Kelingking Bengkok Saat Dibekuk Polisi

oleh -281 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Sidang kasus John Kei kembali berlanjut di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat pada Rabu (17/3/2021).

Dalam sidang, terdakwa pembunuhan berencana dan pengeroyokan John Kei tersebut mengaku dianiaya polisi, saat ditangkap di kediamannya di Jalan Tytyan, Bekasi, Jawa Barat.

Beberapa rekan John Kei atau Jhon Kei CS juga sama-sama mengaku dianiaya polisi baik saat ditangkap atau saat menyerahkan diri, hingga membuat jari manis dan jari kelingking bengkok.

Hal tersebut diungkapkan John Kei ketika mendengar kesaksian lima anggota polisi yang menangkapnya saat itu.

Link Banner

Saat itu juga, kelima anggota polisi tersebut diminta kesaksiannya di dalam persidangan di PN Jakarta Barat.

Anggota polisi dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Bekasi itu sempat ditanyai kuasa hukum terkait kronologi penangkapan John Kei CS.

Kelima saksi bernama Muhidin, Bayu, Benito, Leonardo dan Hartanto itu bersaksi terkait detik-detik saat John Kei CS diamankan aparat polisi.

Ketika ditanya kebenaran adanya penganiayaan terhadap tersangka, kelimanya tidak mengakuinya.

Usai bersaksi, Ketua Majelis Hakim Yulisar bertanya ke John Kei dan rekan-rekannya terkait keterangan saksi.

John Kei pun menampik kesaksian kelima polisi itu.

Baca Juga  Bangun sinergitas, Polda Maluku gelar ”Commander’s Wish”

Ia mengaku sempat mendapat kekerasan saat diringkus polisi.

“Saya bantah kesaksiannya. Mereka aniaya terdakwa,” ujar John Kei.

Selain John Kei, hal itu juga diakui terdakwa lainnya yakni Jeremias dan Samuel.

Jeremias mengaku mendapat penganiayaan di dalam mobil polisi usai ditangkap.

Dampak akibat penganiayaan itu bahkan membuat jari manis dan kelingkingnya bengkok hingga saat ini.

Sementara Samuel mengaku juga mendapatkan penganiayaan.

Bahkan penganiayaan itu ia dapatkan saat memutuskan menyerahkan diri ke polisi.

“Saya tidak ditangkap, saya menyerahkan diri. Saat menyerahkan diri saya juga masih disiksa,” terang Samuel.

Keterangan John Kei CS itupun dibantah oleh kelima polisi tersebut.

Mereka membantah adanya penganiayaan dalam penangkapan Minggu (21/6/2021) dini hari.

Hakim pun mengatakan akan mempertimbangkan keterangan John Kei CS dan keterangan saksi.

Sementara itu kuasa hukum John Kei Anton Sudanto mengatakan bahwa pihaknya baru mengetahui John Kei CS sempat alami penganiayaan.

Meski begitu mereka masih belum memastikan akan membuat laporan penganiayaan tersebut atau tidak.

“Tadi hakim bilang akan mempertimbangkan pernyataan Bung John”

“Sementara untuk laporan kami masih menunggu intruksi dari terdakwa apakah mau melapor atau tidak,” jelasnya ditemui usai sidang.

Baca Juga  Kapolres Malteng, Rositah Umasugi Rangkul OKP

Diketahui John Kei ditangkap pada Minggu (21/6/2021) oleh polisi.

John Kei ditangkap atas kasus penembakan dan pengrusakan di perumahan Green Lake City, Tangerang, hingga pembacokan di Cengkareng, Jakarta Barat.

Kuasa Hukum Yakin John Kei Tidak Bersalah

Anton Sudanto, kuasa hukum John Kei  mengatakan bahwa alat bukti Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak lengkap.

Hal itu karena belum ada dua alat bukti yang meyakini langsung John Kei merencanakan pembunuhan berencana.

Hal itu Anton ungkapkan usai persidangan John Kei yang digelar Rabu (3/3/2021) di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Dalam sidang itu JPU menghadirkan empat saksi lain. 

Keempat saksi itu ialah Yoseph Tanlai, anak Nus Richard Kalvin Rumatora, kakak korban tewas Albert Rahakbau, dan saksi yang melintas Chaerullah Umar.

Salah satu saksi Yoseph Tanlai merupakan saksi mengungkapkan ke Nus Kei CS bahwa John Kei merencanakan pembunuhan kepada pamannya dan pengikutnya.

Kuasa hukum John Kei, Anton Sudanto juga membantah hal tersebut.

Baca Juga  Preview Real Sociedad vs Real Madrid: Rintangan Pertama!

“Ada satu saksi mengaku-ngaku ada di rumah John Kei padahal anak-anak John Kei enggak mengakui itu,” terang Anton dikonfirmasi.

Sehingga Anton mengatakan, dari empat saksi yang dihadirkan JPU tidak ada satupun yang melihat intruksi pembunuhan yang disebut-sebut dalam dakwaan John Kei.

Anton pun minta JPU hadirkan saksi yang benar-benar dapat membuktikan intruksi John Kei terkait pembunuhan berencana tersebut.

Inkonsistensi jawaban Yoseph saat ditanyai terkait jadwal pasti pertemuan membuat Anton yakin, kesaksian mantan anak buah John Kei itu bohong.

Terlebih kata Anton, tidak mudah anak buah bertemu secara langsung dengan John Kei hingga tiga sampai empat kali.

Ia pun menganalogikannya dengan Kapolda yang tidak mungkin dapat bertemu dengannya berkali-kali tanpa memiliki hubungan khusus.

“Kita lihat kalau ada 1.000 saksi pun kalau memang hanya satu alat bukti tidak bisa dapat dipaksakan seseorang dipidana,” ujarnya.

(red/wartakotalive)