Soal Labuha Smart City, Stafsus Bupati Halsel Sebut Mokhtar Adam Hanya Wacana

oleh -75 views
Link Banner

Porostimur.com, Labuha – Dr. Mokhtar Adam dinilai tidak memahami kondisi kewilayahan dan permasalahan yang dihadapi Kabupaten Halmahera Selatan saat ini, sehingga pernyataannya tentang program Smart City yang dicanangkan Bupati dan wakil Bupati Halmahera Selatan dianggap hanya wacana.

Staf Khusus Bupati Halsel Bidang Ekonomi dan Pembangunan M.Yunus Najar, M.Si menilai, pernyataan Mokhtar Adam, tentang apakah semua desa di Halsel sudah bisa akses internet, sehingga pemda Hasel fokus pada upaya mendorong tol langit dengan melakukan interkoneksi digital ke seluruh kecamatan, desa dan pulau-pulau yang dihuni oleh penduduk Halmahera Selatan sebagai penyataan yang naif.

Menurut Yunus, Bupati dan wakil Bupati Halsel Usman Sidik dan Hasan Ali Bassam Kasuba sejak dilantik pada tanggal 24 Mei tahun 2021 hingga saat ini sangat fokus pada perencanaan dan pembangunan infrastruktur telekomunikasi dengan target yang ingin dicapai pada akhir tahun RPJMD di Halmahera Selatan, sehingga tidak ada lagi di kecamatan dan desa yang mengalami blank spot area.

Baca Juga  Bertemu Boss HARITA Group, Bupati Halsel Bahas Pembangunan RDUD Obi

“Dengan menggaungkan dan meluncurkan Program Labuha Smart City adalah bukti bahwa Bupati Halmahera Selatan H.Usman Sidik justru sangat memahami betul permasalahan Intervening Obstacles dan atau hambatan geografis Kabupaten Halmahera Selatan dalam pembangunan daerah,” kata Yunus kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (2/3/2022)

Dia menyebut saat ini di Halmahera Selatan telah terbangun 108 BTS dan pada tahun 2022 akan dibangun 137 Base Transceiver Station (BTS) pada sejumlah desa yang masih mengalami blank spot area, sehingga pada akhir tahun di 2022 ditargetkan telah terbangun sebanyak 245 BTS dari 249 Desa,

“Maka dengan demikian Mokhtar Adam dapat dipahami bahwa pada akhir tahun 2022 tidak ada lagi Blank Spot Area pada Kecamatan Dan Desa. Untuk 137 BTS pada tanggal 16 Februari 2022 Bupati Usman Sidik telah melakukan Ground Breaking tahap pertama Pembangunan BTS di 4 Desa yakni Desa Liaro, Desa Wayakuba, Desa Bobo dan Desa Gambaru,” ujarnya.

Baca Juga  Buka Persami, Ini Harapan Kalapas Ambon

Dikatakan Yunus, sesuai hasil asesmen dari Kementerian Kominfo RI, dari 88 kabupaten/kota yang ikut dalam asesmen, Kabupaten Halmahera Selatan masuk di bagian ke 50 atau urutan kelima (5) yang terpilih dalam program Gerakan Menuju Kota Cerdas yakni (Smart City)

“Halsel masuk pada urutan ke 5 dari 88 Kabupaten kota dan berdasarkan Surat dari Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Nomor B-003/DJAI/AI.01.04/01/2022 tertanggal 3 Januari 2022,” cetusnya.

M Yunus menilai, pernyataan Mohctar Adam bahwa seyogyanya Smart City harus menyentuh seluruh pulau dengan basis utama pada desa, maka perlu disampaikan bahwa dalam aplikasi E-Smart Labuha telah dibangun satu data dengan aplikasi E-Smart Labuha yang akan terintegrasi dengan aplikasi layanan masyarakat di desa (Smart Vilage) dengan dukungan 245 BTS yang akan terbangun pada tahun 2022.

“Soal Program Smart city baik aplikasi maupun infrastruktur pendukung seperti zero point dan land mark tidak menggagu porsi program pelayanan dasar, karena sesuai ketentuan peraturan perundang undangan soal alokasi presentase APBD 2022 untuk pogram pendidikan teralokasi 20,02 persen dan untuk anggaran kesehatan 11 persen,” tukas Yunus.

Baca Juga  Bangun Kantor Camat Obi dan Sediakan Ambulans Laut, HARITA Nickel dan Pemda Halsel Teken MoU

Manurutnya, perencanaan pembangunan di Halmahera Selatan oleh Bupati H.Usman Sidik tetap mengikuti tahun tema pembangunan dan sebagaimana diketahui bahwa tahun tema pembangunan 2022 adalah kemandirian ekonomi diseluruh wilayah yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Maka melalui program Smart City yang digaungkan oleh Bupati Halmahera Selatan H.Usman sidik justru akan menjawab peluang untuk pelaku usaha UMKM yang berada di desa dapat berkontribusi dalam Program Indonesia Maju Forum 2022. Sebab ini dalam menjawab tantangan pemulihan ketahanan ekonomi di masa pandemi Covid-19, UMKM akan akan tetap dan terus dibina untuk bisa menjual atau berjualan secara online (Market Place) guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa dan mengangkat potensi desa bernilai ekonomis yang berada di Halmahera Selatan, Maluku Utara dan Indonesia pada umumnya,” jelasnya. (Adhy)

No More Posts Available.

No more pages to load.