Solahudin ada di tengah kehebohan yang berlangsung berbulan-bulan itu, mengikuti arus peristiwanya dari hari ke hari, dan dengan itu mengembangkan kesadaran dan gairahnya terhadap isu-isu serupa.
***
Selepas dari majalah Ummat yang berhenti terbit karena terpukul oleh krisis moneter (1999), ia mulai aktif di Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC) pimpinan Sidney Jones, seorang peneliti tekun dari Amerika. Tapi Solah tak pernah meninggalkan kewartawanannya. Kawan-kawannya di Asosiasi Jurnalis Independen percaya pada integritas dan ketangguhan jurnalistiknya, dan memilihnya sebagai sekretaris jenderal.
Di IPAC ia bukan hanya mendapatkan pengalaman akademis baru berkat pergaulan dan kolaborasi intensif dengan para peneliti tangguh, yang mengajarinya metodologi riset yang lebih lengkap dan cermat daripada jurnalisme mingguan atau harian.
Pekerjaan itu juga pelan-pelan menumbuhkan wawasan dan pemahaman baru tentang kompleksitas masalah; tampaknya juga membuatnya bergeser halus dari posisi ideologis sebagai demonstran Monitor.
Solah yang tambun dan memasang senyum konstan di wajahnya yang bersahabat, menjadi elemen instrumental dalam kerja-kerja lapangan yang sangat diperlukan untuk mendapatkan hasil riset IPAC, atau lembaga mana pun yang memerlukan bahan serupa, yang berintegritas dan dapat dipertanggungjawabkan metodologi dan akurasinya.










