Songongnomic

oleh -3 Dilihat
Isa Ansori

Tantangan bangsa ini kedepan tentu semakin besar, ditengah arus globalisasi dan perkembangan informasi yang cepat ini, bangsa ini butuh generasi yang kuat, generasi yang tangguh, kuat dan tangguh dalam bidang ilmu, tehnologi, agama, budaya dan memegang nilai nilai Pancasila. Sehingga kedepan kita butuh pemimpin yang mampu menjadi garda depan mempersiapkan itu semua.

Ki Hajar Dewantara bapak pendidikan kita, berpesan bahwa dalam pendidikan itu yang harus diperhatikan adalah 3 N, Niteni, Nirokke, Nambahi.

Niteni adalah sebuah proses pembelajaran, bagaimana seorang murid atau peserta didik mampu memilah mana yang baik dan mana yang benar dari proses menyerap ilmu dari guru. Dibangun kesadaran untuk bisa memilih dan menentukan mana yang baik dan benar serta mana yang salah.

Baca Juga  Tiga Perkara Jadi Pekerjaan Rumah Kapolres Baru SBB, Publik Tagih Kepastian Hukum

Nirokke adalah sebuah proses dari hasil belajar dan menirukan apa yang sudah didapat dari proses belajar. Nirokke adalah implementasi perilaku yang dihasilkan dari sebuah proses belajar yang didapat. Kalau yang didapat baik, maka dia akan melakukan apa yang dianggap baik, kalau yang didapat itu salah, maka dia akan menjadikan kesalahan itu seolah sebagai kebenaran. Maka proses Niteni adalah hal penting dalam belajar.

Nambahi adalah proses kreatif yang dilakukan oleh guru, dengan harapan proses kreatif ini akan memberi nilai tambah terhadap perilaku yang akan dilakukan oleh murid atau peserta didik. Proses kreatif ada banyak bentuk dan nilai yang akan dikembangkan. Tentu semua kembali pada peserta didiknya. Kalau memang peserta didiknya terbiasa dengan hal hal yang negatif maka proses kreatif yang dikembangkan akan cenderung berlawanan dengan pandangan publik, hal sebaliknya bila peserta didik terbiasa dengan hal hal positif, maka proses kreatif akan cenderung memberi nilai tambah positif.

No More Posts Available.

No more pages to load.