Songongnomic

oleh -3 Dilihat
Isa Ansori

Sebagai tokoh publik yang saat ini sedang berlaga di panggung politik Indonesia, gaya perilaku Gibran adalah sebuah ancaman bagi pembangunan SDM masyarakat, terutama bidang pendidikan.

Dalam pendidikan kita mengenal bahwa tujuan pendidikan itu menjadikan anak anak kita, peserta didik kita menjadi generasi yang beriman, bertaqwa, ber Pancasila, ada upaya mengubah perilaku dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak mengerti menjadi mengerti, dari yang tidak baik menjadi baik. Ada perubahan perilaku yang positif.

Bila dikaitkan dengan apa yang dilakukan oleh pembangunan SDM bangsa melalui pendidikan, bisa jadi yang dilakukan Gibran adalah antitesa dari apa yang sedang dilakukan oleh lembaga pendidikan kita. Gibran sedang memporak porandakan kerja kerja para pendidik, kerja para guru, kerja para tokoh agama dan masyarakat yang selama ini mengenai nilai nilai positif bagi kalangan muda dan anak anak, karena mereka inilah yang akan mewarisi bangsa. Kita tak bisa membayangkan bangsa ini akan jadi apa, kalau generasi muda yang mewarisi bangsa, calon pemimpin bangsa berperilaku liar, tak beretika, semau gue, kehilangan kesantunan terhadap orang lain terlebih lagi kepada orang tua, tidak mampu menempatkan diri secara tepat di hadapan orang lain dan asal bicara. Layakkah generasi seperti ini diserahi menjadi pemimpin?

No More Posts Available.

No more pages to load.