Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi tersebut lebih banyak didorong oleh proyek-proyek ekstraktif seperti pertambangan nikel, industri mineral, serta sektor minyak dan gas.
“Pertumbuhan ekonomi makro ini tidak beririsan langsung dengan pertumbuhan ekonomi mikro. Mereka tumbuh karena proyek-proyek ekstraktif, baik tambang, nikel, lifting minyak dan gas. Masyarakat kecil tidak mendapatkan apa-apa. Bahkan yang terjadi kemiskinan akut di sekitarnya karena tidak terjadi distribusi keadilan terhadap proyek-proyek besar nasional yang ada,” tegas legislator asal daerah pemilihan Maluku itu.
Minta RUU Gunakan Pendekatan Khusus
Mercy menilai kondisi tersebut menjadi bukti bahwa daerah kepulauan memiliki karakteristik yang berbeda dengan wilayah daratan. Karena itu, penyusunan RUU Daerah Kepulauan tidak dapat menggunakan indikator maupun pendekatan yang sama.
Menurutnya, karakter wilayah kepulauan yang terdiri dari pulau-pulau kecil membutuhkan formulasi kebijakan yang lebih spesifik agar mampu menjawab persoalan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
“Ini memang anomali yang terjadi bagi kami di pulau-pulau kecil dan daerah kepulauan. Kalau kita menggunakan pendekatan yang sama seperti wilayah daratan, tidak akan ketemu. Variabel di daerah kepulauan ini memang sangat khas dan sangat unik,” pungkasnya.











