Soroti Kinerja OPD dan BUMD, DPRD Maluku Minta Pemprov Genjot PAD dan Serapan Anggaran

oleh -9 Dilihat
Ketua DPRD Provinsi Maluku Benhur George Watubun, mengatakan pembahasan pertanggungjawaban APBD bukan sekadar formalitas administratif. Proses tersebut merupakan instrumen untuk mengukur sejauh mana anggaran daerah dikelola secara transparan, akuntabel, sekaligus memberikan dampak terhadap pembangunan.

Namun, hasil pembahasan tersebut tidak hanya berhenti pada pertanggungjawaban penggunaan anggaran. DPRD menjadikannya sebagai bahan evaluasi terhadap efektivitas kerja pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan.

Karena itu, Pemprov Maluku diminta memberikan perhatian lebih serius terhadap kinerja seluruh OPD maupun BUMD.

“Kami meminta perhatian Pemerintah Daerah, agar terus melakukan perbaikan dan peningkatan kinerja OPD maupun BUMD,” tegas Benhur.

PAD Jadi Pekerjaan Rumah, BUMD dan OPD Diminta Lebih Produktif

Salah satu persoalan yang mendapat sorotan DPRD adalah kemampuan daerah meningkatkan PAD.

DPRD menilai Maluku perlu semakin serius menggali dan mengoptimalkan potensi pendapatan yang dimiliki. Langkah tersebut penting untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat.

Baca Juga  Pemkab Taliabu Tata Ulang THM di Permukiman, Pengusaha Diberi Waktu 90 Hari untuk Pindah

Dalam konteks tersebut, kinerja OPD dan BUMD menjadi penting.

OPD dituntut mampu mengelola potensi penerimaan sesuai tugas dan kewenangannya, sementara BUMD diharapkan tidak sekadar hadir sebagai badan usaha milik pemerintah daerah, tetapi mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah.

Bagi DPRD, peningkatan PAD bukan hanya soal mengejar angka penerimaan. Pemerintah juga perlu memastikan sumber-sumber pendapatan dikelola secara optimal, transparan, dan tidak membebani masyarakat.

No More Posts Available.

No more pages to load.