Sosialisme dalam Sepakbola: Dari Bill Shankly hingga Sir Alex Ferguson

oleh -120 views

[carousel_slide id=’11594′]

Di pedesaan, permainan ini dimulai ketika tanda sore hari sudah muncul dan berakhir ketika saut-sautan suara azan mahgrib dan lengkingan suara ibu memanggil. Permainan yang dinikmati di bawah kehangatan sinar matahari sore hari dengan berbagai gelak tawa kesenangan dan kebahagiaan. Dengan pemenang pertandingan ditentukan berdasar siapa yang terakhir mencetak gol.

Tak ada emosi kemarahan yang berlebihan. Semua senang dan saling berbagi kebahagiaan. Mungkin memang itu tujuan utama diciptakannya permainan sepak bola. Untuk kebahagiaan.

Permainan ini memang didasarkan pada kerja sama dan kebersamaan. Semua yang bermain merasakan dampak permainan yang mereka mainkan. Tidak hanya satu atau dua individu. Kalau boleh dibilang permainan ini merupakan permainan sosialis.

Pelatih legendaris Liverpool, Bill Shankly pernah berujar, “Sosialisme yang saya percayai, adalah setiap orang bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan yang sama dan setiap orang saling berbagi apa yang didapatkannya. Itulah bagaimana saya melihat sepak bola, serta bagaimana saya melihat hidup.”

Baca Juga  Kisah Nabi Musa AS Memohon Kelancaran Berbicara kepada Allah

Bill Shankly hanya satu dari beberapa nama pelatih legendaris lain yang berideologi sosialisme ataupun memiliki hubungan dengan Partai Buruh. Masih ada nama-nama legendaris lainnya seperti Sir Matt Busby, Brian Clough hingga satu pelatih yang merasakan bagaimana sepak bola modern bekerja Sir Alex Ferguson.