SPBU Nelayan Bakal Diperluas ke Wilayah Kepulauan, DPRD Maluku Dorong Akses BBM Subsidi

oleh -17 Dilihat
Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku Jhon Laipeny, mendorong agar keberadaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Nelayan diperluas hingga menjangkau wilayah-wilayah kepulauan yang selama ini belum memiliki fasilitas tersebut.

10 SPBU Nelayan Sudah Beroperasi di Sejumlah Wilayah Maluku

Dalam rapat dengar pendapat Komisi II DPRD Maluku bersama DKP Maluku dan Pertamina, terungkap saat ini terdapat 10 SPBU Nelayan yang telah beroperasi di sejumlah wilayah Maluku.

Fasilitas tersebut tersebar di beberapa kabupaten dan kota, antara lain Tamilouw, Kecamatan Amahai dan Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah; Desa Waesela, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat; Desa Wali, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan; Namlea, Kecamatan Wailihang, Kabupaten Buru; serta Desa Walang Spanciby di Kepulauan Banda, Maluku Tengah.

Sementara itu, SPBU Nelayan lainnya berada di Desa Durjela dan Kelurahan Galai Dubu, Kabupaten Kepulauan Aru; Saumlaki Utara, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar; serta Dullah Laut, Kecamatan Dullah Laut, Kota Tual.

Baca Juga  7 Amalan yang Dianjurkan untuk Mempersiapkan Diri Menghadapi Kematian

Keberadaan sejumlah SPBU Nelayan tersebut, menurut Laipeny, dapat menjadi titik awal untuk memperluas layanan serupa ke wilayah lainnya.

Terutama di kawasan kepulauan yang aktivitas masyarakatnya sangat bergantung pada sektor perikanan dan sebagian besar nelayannya masih menghadapi keterbatasan akses terhadap BBM bersubsidi.

“SPBU Nelayan yang sudah ada ini bisa menjadi pemicu untuk membuka titik pelayanan baru, terutama di wilayah kepulauan yang memiliki banyak nelayan tetapi belum memiliki SPBU khusus,” ujarnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.