#STMmelawan Dulu Musuh, Sekarang Jadi Teman Demo. Minggir Kak, Biar Kami di Depan

oleh -268 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Siapa yang menyangka, anak-anak STM dari berbagai sekolah di Jabodetabek bersatu dan turun ke Gedung DPR RI, Rabu (25/9). Padahal biasanya, anak-anak STM itu terkenal saling bermusuhan satu sama lain dan biasa ‘bertarung’ di jalan.

“Bisa lo bayangin, STM kan musuh berat sama STM lain, bisa bersatu gitu. Gimana kan, hebat banget. Gue aja salut, hebat banget pada nyanyi Indonesia Raya, Tanah Airku,” kata salah satu siswa yang mengantarkan temannya ke RS Pelni, Jakarta.

Temannya, harus dirawat karena terkena selongsong gas air mata saat bentrok dengan polisi di kawasan Palmerah. Akibatnya, bagian belakang kepalanya harus dijahit karena robek.

Baca Juga  Masuki Hari Ketiga, Korban Tenggelam di Perairan Filonga dan Sofifi Belum Ditemukan
Kericuhan massa aksi siswa STM di sekitar Gedung DPR, Jakarta, Rabu (25/9/2019). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Sebenarnya, aksi itu digadang-gadang sebagai aksi ‘lanjutan’ dari demo mahasiswa sehari sebelumnya. Namun, sayangnya, para remaja ini tidak benar-benar fokus dan mengerti tuntutan para seniornya itu.

Sebagian siswa menyuarakan penolakan terhadap RKUHP dan UU KPK. Sedangkan siswa lain, justru membawa tuntutan berbeda seperti menolak pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan.

Padahal, ajakan untuk menggelar aksi itu sudah masif di media sosial sehari sebelumnya.

“(Ajakan dari) sosmed (sosial media). Kumpulnya di Senayan katanya,” kata satu siswa saat ditemui di RS Pelni, Rabu (25/9).

Kericuhan massa aksi siswa STM di Jalan Tentara Pelajar, Palmerah, Jakarta, Rabu (25/9/2019). Foto: Helmi Afandi/kumparan

Ia menyebut, pesan berantai itu juga disebarkan melalui status dan pesan-pesan di aplikasi WhatsApp. Dari situ, satu STM dengan STM lainnya saling berhubungan dan mengajak meski biasanya mereka bermusuhan.

Baca Juga  Pelayanan Ferry Rute Antar-Provinsi di Ternate Bakal Ditutup

“Kita musuh bang, tapi kita satu tujuan. Kita saling gabung aja. Dari situ kita gabung bikin status itu, temen-temen gua buat status jadi ngumpul. Jadi enggak takut sama sekolah lainnya lagi. Jadi temen,” ungkapnya.

Kericuhan massa aksi siswa STM di Jalan Tentara Pelajar, Palmerah, Jakarta, Rabu (25/9/2019). Foto: Helmi Afandi/kumparan

Ia pun menyebut pada mulanya banyak yang meremehkan gerakan STM ini. Namun, ia nampak tak ragu saat menyebutkan bisa jadi DPR jebol dengan aksi para siswa ini.

Buset parah, itu tadi lagi macet banget bang. Orang yang macet aja pada kena. Aturan mah tutup kek polisi kan , tutup jalanan. (Polisi) enggak bisa lawan STM bang, demi Allah tadi aja tiga motor dibakar,” imbuhnya.

Kericuhan massa aksi siswa STM di sekitar Gedung DPR, Jakarta, Rabu (25/9/2019). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Sebelumnya, sejumlah massa dari STM melakukan aksi demonstrasi di sejumlah titik di Jakarta. Salah satunya di depan gedung DPR dan flyover Slipi.

Baca Juga  Mapala UMMU dan SARMMI Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa Ambon

Mereka menyampaikan aspirasinya secara anarkistis. Namun, mengaku bahwa apa yang diperjuangkan melanjutkan perjuangan dari mahasiswa yang aksi pada Selasa (24/9) kemarin. (rtl/red/