Sudah Makan Korban, Dinas PUPR Maluku Bilang Trotoar di Kota Ambon Belum Finishing

oleh -136 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Trotoar di Kota Ambon yang baru dibangun namun telah memakan korban karena licin terus menuai kritik dari masyarakat.

Trotoar yang dibangun Pemerintah Provinsi Maluku dengan menggunakan dana pinjaman ini sangat meresahkan masyarakat khususnya warga Kota Ambon.

Trotoar bertajuk Ambon City of Music ini telah menelan korban, salah satunya tukang becak bernama Remon Patiasina, (53) tahun.

Belum lama ini, Remon terjatuh di trotoar hingga mengalami luka di kepalanya, dan hingga saat ini masih dalam pengobatan oleh istrinya yang hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga.

Bapak tiga orang anak yang belum mempunyai pekerjaan tetap ini, kini terpaksa tidak menarik becak dan hanya berdiam diri di rumah, akibat luka di kepalanya yang belum sembuh.

“Memang trotoar ini sangat licin, karena kemarin beta juga kaget ketika jatuh. Padahal beta juga jalan ada baik-baik saja tapi mungkin memang terlalu licin, sampai tiba-tiba saja sudah ada orang yang tolong untuk kasi badiri beta,” ungkapnya.

Remon menambahkan, trotoar ini sangat indah untuk dilihat, tapi tidak ramah untuk pejalan kaki, karena sangat licin, jadi mungkin secepatnya pemerintah harus mengambil kebijakan untuk tahap selanjutnya.

Remon Patiasina

Keresahan juga datang dari seorang tukang ojek berinisial AV (38). Ia mengatakan struktur trotoar yang dikerjakan oleh pemerintah dalam hal ini mungkin Pemerintah Provinsi Maluku sangat berbahaya bagi pejalan kaki, terutama bagi orang tua.

Baca Juga  Perluas Pengawasan Obat dan Makanan, BPOM Bentuk Saka Pom

“Sebagai masyarakat kita merasa sangat menyesal, karena trotoar yang dikerjakan ini sangat berbahaya bagi masyarakat yang melakukan aktivitas berjalan kaki, karena bukan memakai koral atau memakai batu-batuan yang sama seperti di daerah-daerah lain contohnya yang paling bagus di daerah Yogya disana mereka memakai koral tidak pakai keramik seperti ini,” ujarnya.

“Keramik kalo di rumah saja katong terpeleset apalagi basah. Sama di trotoar juga seperti begitu, baru sekarang musim hujan sangat berbahaya sekali,” sambung AV.

Sebagai rakyat kecil, AV meminta kepada pemerintah Provinsi Maluku untuk mengkaji kembali pembangunan trotoar ini, karena pemerintah punya tim teknis untuk membuat kajian tentang trotoar ini.

“Sebenarnya bagus tapi tidak jadi jaminan untuk masyarakat yang berjalan, jadi kita tetap mengawal terus pekerjaan ini sampai sejauh mana, karena kata PUPR belum pada tahap finishing dan akan memakai anti slip Epoxy kita akan kawal terus,” jelas AV.

Senada dengan AV, Stevi (50) yang berprofesi sebagai tukang becak mengatakan, sebenarnya mereka buat tata Kota untuk dilihat bagus, cuma mereka harus memikirkan orang juga karena ini buat susah orang.

Baca Juga  Grup Band Perempuan di Kashmir Bertekad Hidupkan Musik Sufi

“Kadang-kadang beta talucu lai kalo jalan tapi karena pemerintah sudah biking bagini sudah terlanjur mau bilang apa lai sudah terjadi to?,” katanya.

Ketika ditanya ke Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas PUPR Maluku, Ella Sopalauw, menyatakan tegel yang dikatakan licin tersebut memang belum selesai dikerjalan karena harus dilakukan finishing dengan coating  (lapisan) anti slip,

“Nanti finishing akhir akan di Coating  Anti selip dengan Produk yang diaplikasikan JOTUN EPOXY Penguard Clear Sealer 2 diatas keramik Jotun merupakan komponen Epoxi yang didesain untuk aplikasi diatas concrete/ beton/semen/ceramic,” jelasnya.

Ella juga mengatakan, penilaian masyarakat bahwa tegel tersebut tidak anti selip alias licin merupakan penilaian terburu-buru. Pekerjaan trotoar di Kota Ambon itu katanya belum pada tahap penyelesaian atau finishing akhir.

Tegel pesanan khusus bertulisan Ambon City of Music memiliki ketahanan yang kuat dan keras karna berbahan dasar epoxy. Dan untuk area yang membutuhkan kekasaran bisa ditambahkan butiran agregate sebagai bahan agar area tersebut menjadi area antislip,” ujarnya.

“Sebagai jaminan kualitas pada saat trotoar, kami akan memberikan pendampingan Coating Inspector untuk mengawasi proses aplikasi di lapangan. Bahan ini sudah banyak pakai di Daerah Jawa terutama Jawa Timur,” tambahnya.

Baca Juga  Polres MTB Gelar Apel Kesiapan Pengamanan Malam Takbiran Dan Hari Raya Idul Fitri 1441 H/2020

Sopalauw berharap masyarakat Kota Ambon bisa bersabar terkait pekerjaan karena tergantung pada situasi cuaca,

“Untuk saat ini pekerjaannya dibutuhkan cuaca panas. Jadi kita mohon masyarakat bisa bersabar karena kita terkendala dengan cuaca Kota Ambon yang lagi musim penghujanan,” tutupnya.

Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, juga ikut mengomentari masalah trotoar ini.

Walikota bilang, menurut penjelasan dari penanggung jawab programnya yaiitu Kepala Dinas PU Provinsi bahwa pekerjaan ini belum selesai.

Richard menyebut pengerjaan trotoar ini nanti kalau sudah selesai ada tahap berikut yaitu mereka akan buat finishing dalam bentuk istilah coating jadi nanti kalau sudah coating ternyata masih juga licin nanti kita evaluasi.

“Cuma satu yaitu harus hati-hati karena belum coating, karena menurut Kepala Dinas PUPR, masih ditindaklanjuti dengan tindakan teknis yaitu coating, kalau sudah dicoating permukaannya akan kasar,” kata walikota.

“Itu yang saya bilang buat Kepala Dinas PUPR, kalau ada yangsudah selesai, dicoating lebih awal supaya jadi contoh. Jangan tunggu semua selesai. Kalau bisa yang sudah selesai dicoating. Tapi intinya ada yang belum selesai, kan ini terkait dengan kontainer dan sebagainya,” pungkasnya. (nicolas)