Memang diakui Trubus, restrukturisasi yang dilakukan Erick Thohir adalah jalan yang panjang. Menurut dia, ini adalah salah satu tugas terberat Erick sebagai Menteri BUMN.
“Ini sudah menunjukan arah yang positif. Karut marut yang terjadi di perusahaan BUMN sudah terjadi cukup lama. Dan itu melukai perasaan publik. Karena konsumen hanya dijadikan korban akibat kebijakan pimpinan masa lalu yang amburadul,” kata Trubus.
Trubus berharap restrukturisasi perusahaan asuransi yang dilakukan Erick Thohir tak hanya berhenti di Jiwasraya. Ia berharap Erick Thohir mau membantu menyelesaikan permasalahan di ASABRI juga.
Saat ini sebagian besar nasabah Jiwasraya sudah mulai menerima polis asuransi dari IFG life. Diharapkan dalam waktu dekat seluruh nasabah Jiwasraya sudah mendapatkan polis dari IFG.
Meski begitu, dalam proses restrukturisasi ini, nasabah harus menerima beberapa skema penyelesaian yang ditawarkan. Salah satunya pemotongan hingga 40 persen dari total tagihan.
Menurut Trubus, skema pemotongan ini harus dijelaskan oleh management IFG life kepada nasabah dan publik. Selain berkaitan dengan hak-hak nasabah Jiwasraya, jika tidak dijelaskan, management IFG life berpotensi melakukan mal administrasi.




