Menurutnya, masyarakat membutuhkan pembangunan sarana dan prasarana air bersih yang mampu menyediakan pasokan secara berkelanjutan.
Dengan begitu, warga tidak harus kembali menghadapi persoalan yang sama setiap kali musim panas datang.
“Kami berharap pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat dapat melihat kondisi masyarakat di Desa Kukupang dan memberikan perhatian terhadap kebutuhan air bersih,” harapnya.
Bagi masyarakat Kukupang, persoalan air bukan sekadar persoalan infrastruktur.
Di tengah kehidupan sehari-hari, ketersediaan air bersih menentukan apakah warga dapat menjalankan aktivitas rumah tangga secara normal.
Karena itu, pemerintah desa berharap penanganan krisis air tidak berhenti pada bantuan sesaat atau kerja bakti ketika sumur mulai mengering.
Yang dibutuhkan masyarakat adalah sumber air yang memadai, sarana distribusi yang layak dan sistem penyediaan air yang dapat bertahan dalam jangka panjang.
Dengan dukungan pemerintah dan berbagai pihak, masyarakat Kukupang berharap persoalan yang telah berlangsung puluhan tahun itu akhirnya dapat menemukan jalan keluar.
Sebab ketika tujuh sumur mengering, yang ikut terancam bukan hanya persediaan air, tetapi juga keberlangsungan aktivitas hampir 900 kepala keluarga di desa tersebut.









