Supermoon dan Bulan Panen Bakal Menghiasi Langit Maluku Selasa Malam

oleh -137 views

Efeknya, bulan tampak lebih besar hingga 14% dan lebih terang sekitar 30% dibanding purnama biasa. Karena orbit bulan berbentuk elips, supermoon terjadi ketika bulan purnama bertepatan dengan titik terdekatnya (perigee).

Pada Oktober ini, perigee dicapai 1,3 hari setelah fase purnama, sehingga ukuran bulan terlihat paling besar malam Rabu, 8 Oktober.

Langit malam Maluku akan jadi panggung alam yang menakjubkan. Pilih lokasi tinggi dengan pandangan bebas ke timur untuk melihat warna keemasan-oranye bulan paling menonjol 15–20 menit setelah terbit.

Keindahan Bulan Panen sudah cukup dinikmati dengan mata telanjang, namun teropong bintang akan menampilkan detail kawah dan hamparan dataran gelap (mare).

Fenomena Astronomi Lain di Oktober 2025

Baca Juga  Iran Klaim Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman, CENTCOM Bantah

Supermoon Bulan Panen kali ini juga berbarengan dengan hujan meteor Draconid, yang diperkirakan menghasilkan hingga 10 meteor per jam. Meski begitu, cahaya terang bulan kemungkinan akan mengurangi visibilitas meteor. Selain itu, Oktober 2025 semakin menarik karena munculnya dua komet, Lemmon (C/2025 A6) dan SWAN R2 (C/2025 R2), yang mencapai titik terdekat dengan Bumi pada bulan yang sama.

Puncak hujan meteor Orionid juga akan berlangsung pada malam 21–22 Oktober, tepat saat bulan baru, sehingga langit akan lebih gelap dan mendukung pengamatan. Setelah Bulan Panen, fase purnama berikutnya adalah Bulan Berang-berang, yang diperkirakan muncul pada 5 November 2025 dan menjadi supermoon terbesar sejak 2019.