Menurut syarah hadits, peleburan dosa mensyaratkan haji harus mabrur atau diterima. Mayoritas ulama menyebut peleburan ini khusus dosa-dosa kecil dan dosa yang terkait dengan hak Allah.
Dalam riwayat lain yang marfu disebutkan:
سئل النبي ما بر الحج قال إطعام الطعام وطيب الكلام وقال صحيح الإسناد ولم يخرجاه
Artinya: “Rasulullah ditanya tentang haji mabrur. Rasulullah kemudian berkata, ‘Memberikan makanan dan santun dalam berkata.’ Hadits ini memiliki sanad shahih tetapi tidak diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.”
Tanda-tanda Haji Mabrur Sepulang dari Tanah Suci
Merujuk pada Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah Kemenhaj RI, terdapat beberapa tanda yang menunjukkan kemabruran haji seseorang sepulang dari Tanah Suci. Berikut di antaranya.
1. Terjadi Peningkatan Kualitas Diri
Haji mabrur dapat dilihat dari adanya perubahan positif dalam diri seseorang setelah menunaikan ibadah haji. Seseorang yang hajinya diterima akan menunjukkan kualitas diri yang lebih baik dibandingkan sebelum berangkat ke Tanah Suci.
ومن علامات قبول الحج أن يرجع العبد خيرًا مما كان، ولا يعاود المعاصي … كما قال الإمام الترطي : الأقوال التي ذُكِرَتْ فِي تَفْسِيره مُتَقَارِبَةِ الْمَعْنَى ، وَهِيَ أَنَّهُ الْحَجَ الَّذِي وُقْيَتْ أَحْكَامِهِ وَوَقَعَ مَوْافقا لِمَا طلِبَ مِنْ الْمُكَلِّفُ عَلَى الْوَجْه الأكل . نقله ابن حجر في (فتح الباري)









