Tapaki DPRD Maluku, Gerindra minus 1 Legislator

oleh -193 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Semenjak pelantikan para legislator Maluku periode 2019-2024, di Gedung DPRD Maluku, Senin (16/9), masih ada 2 anggota DPRD terpilih yang masih belum dilantik.

Keduanya yakni wakil Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dari Dapil I (Kota Ambon), Robby Gaspersz dan wakil dari PDIP asal Dapil VI (Maluku Tenggara, Kota Tual dan Kepulauan Aru), Wellem Kurnala.

Salah satu anggota Fraksi Gerindra DPRD Maluku merangkap fungsionaris DPD Gerindra Maluku, Melkianus Sairdekut,S.Hut, membenarkan perihal belum dilantiknya Robby Gaspersz, saat berhasil dikonfirmasi @porostimur.com, di Ruang Fraksi Gerindra, Selasa (17/9).

Menurutnya, pelantikan Gaspersz ini terhalang oleh masalah internal partai dan sementara diproses pada mahkamah partai.

”Kalau sengketa Pak Robby dan Pak Johan itu sampai saat ini menjadi kewenangan pemerintah pusat Partai Gerindra, dalam hal ini di Mahkamah Partai Gerindra di Jakarta. Karena itu, kita di tingkat DPD Gerindra Provinsi Maluku hanya bisa menunggu keputusan pusat. Karena yang diproses seluruh. Kita di internal Gerindra itu, ada di mahkamah partai gerindera dan itu sudah domainnya sudah dari pusat. Di daerah itu, prinsipnya tinggal menanti keputusan Mahkamah Partai,” ujarnya.

Baca Juga  JoJo Lepas Album Barunya, “Trying Not to Think About It”

Menurutnya, kalaupun terjadi perselisihan antara anggota partai yakni Robby Gaspersz dengan Johan Lewerissa, sudah ditengahi DPP Gerindra melalui Mahkamah Partai.

Bahkan isi materi perselisihan keduanya, tegasnya, biasa dikonfirmasikan langsung kepada kedua public figur dimaksud.

”Dari sisi materi, yang paling tahu tentang materi itu dari sisi partai. Kalau @porostimur.com tanya soal materi dikonfirmasikan atau bisa tanya langsung kepada Bapak Johan atau Robby, karena mereka yang paling tahu dan mengikuti jalannya persidangan di mahkamah partai. Tapi inti dari persoalan ini adalah tinggal menanti keputusan dewan pusat partai gerindra,” jelasnya.

Diharapkannya, masalah ini biasa segera terselesaikan, sehingga Gerindra mampu memaksimalkan fungsi mesin partainya yang bertugas di DPRD Maluku.

Baca Juga  Brimob Maluku Kembali Berangkatkan 1 SSK BKO Polda Metro Jaya

”Kita berharap juga proses ini bisa cepat terselesaikan, supaya kekosongan satu kursi ini bisa terisi cepat. Justru Partai Gerindra mencoba mengakomodasi semua persoalan, sehingga rasa keadilan itu terbangun di antara sesama kader partai. Artinya, bahwa kalau ada satu kader partai menyampaikan keberatan di mahkamah partai terhadap kader yang lain tentu sebagai induk koordinasi di tingkat nasional mereka harus memecahkan persoalan ini,” tegasnya.

Menciptakan kekondusifan di internal partaui sendiri, tambahnya, masing-masing simpatisan pendukung kedua figur pun dihimbaunya untuk menahan diri dan tidak terprovokasi.

”Terlepas dari soal klaim mengklaim di antara satu, memang sadar sungguh dalam kasusnya pak Robby dan pak Johan ini sudah ada putusan mahkamah konstitusi terkait dengan itu. Hanya karena ada kesempatan di mahkamah partai jadi proses-proses ini kita lewati dan berharap untuk sesama, istilah sesama simpatisan dari pak robby dan pak johan tolong untuk menahan diri sampai putusan resmi dari pimpinan pusat,” pungkasnya. (keket)