Tata cara dan niat wudhu sesuai sunnah Rasulullah SAW perlu dipahami muslim. Sebagaimana diketahui, wudhu jadi syarat sah salat yang tak boleh ditinggalkan muslim.
Menurut buku 125 Masalah Thaharah karya Muhammad Anis Sumaji, wudhu dilakukan dengan menggunakan air bersih serta suci. Air ini disebut sebagai air mutlak.
Perintah wudhu termaktub dalam surah Al Maidah ayat 6,
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki.”
Dijelaskan dalam buku Sifat Wudhu & Shalat Nabi yang disusun Syekh Muhammad Fahd dan Syaikh bin Baz yang diterjemahkan Geis Umar Bawazier, secara syariat wudhu dimaknai sebagai menggunakan air suci atas anggota tubuh tertentu yang telah disyariatkan oleh Allah SWT.
Tata Cara Wudhu dari Awal hingga Akhir
Dikutip dari buku Fiqh as Sunnah li an-Nisa’ susunan Abu Malik Kamal ibn Sayyid Salim terjemahan Firdaus, tata cara wudhu yang benar adalah sebagai berikut.
1. Membaca niat wudhu
2. Membaca basmalah
3. Basuhlah kedua telapak tangan tiga kali
4. Lanjutkan dengan berkumur tiga kali
5. Hirup air ke dalam hidung sebanyak tiga kali
6. Membasuh seluruh bagian wajah yang terlihat sampai tiga kali
7. Membasuh kedua tangan sampai siku, mulai dari kanan dan dilanjut ke kiri sampai tiga kali
8. Mengusap kepala tiga kali
9. Membasuh kedua telinga tiga kali dengan diawali yang kanan lalu ke kiri
10. Membasuh kedua kaki sampai mata kaki tiga kali, dari kanan ke kiri
11. Membaca doa setelah wudhu










