Tata Cara Membayar Zakat Fitrah Sesuai Sunnah

oleh -22 Dilihat

Merujuk pada SK Ketua BAZNAS No. 14 Tahun 2026, nilai zakat fitrah untuk tahun 1447 H/2026 M telah ditetapkan. Setiap individu wajib menunaikan zakat berupa 2,5 kg atau 3,5 liter makanan pokok. Jika dikonversikan ke dalam bentuk uang, besarannya setara dengan Rp 50.000,00 per jiwa.

Waktu Terbaik Mengeluarkan Zakat Fitrah

Ketepatan waktu sangat penting dalam ibadah zakat. Berdasarkan materi fikih, berikut adalah pembagian waktunya:

  • Waktu Mulai: Setelah terbenamnya matahari pada hari terakhir bulan Ramadan (malam Idulfitri).
  • Waktu Utama (Afdhal): Sesudah salat Subuh dan sebelum salat Idulfitri dilaksanakan.
  • Waktu Larangan: Diharamkan mengakhirkan pengeluaran zakat fitrah sampai salat hari raya selesai dilaksanakan.

Agar ibadah Anda sah dan sesuai syariat, berikut tata cara membayar zakat fitrah di bulan Ramadan sebagaimana dijelaskan dalam buku Fiqhul Islam: Belajar Fikih Mazhab Syafi’i Untuk Pemula karya Imam Syafi’i.

Baca Juga  Roma Kena Comeback Madrid, Gasperini: Ada Momen Kami Ketakutan

1. Menentukan Bahan atau Nominal Zakat

Perhatikan makanan pokok yang Anda konsumsi sehari-hari. Jika Anda makan beras dengan kualitas tertentu, maka zakat yang dikeluarkan sebaiknya setara dengan kualitas tersebut.

2. Menentukan Tanggungan Zakat

Hitung siapa saja yang menjadi tanggungan Anda. Selain diri sendiri, Anda wajib membayarkan zakat untuk istri, anak, atau orang tua yang nafkahnya menjadi tanggung jawab Anda.

3. Menemukan Amil yang Tepercaya

Salurkan zakat Anda melalui Amil (lembaga atau orang yang ditunjuk mengurus kepentingan umat). Pastikan amil tersebut kredibel agar penyaluran zakat tepat sasaran kepada yang membutuhkan.

4. Membaca Niat

Niat adalah rukun penting dalam ibadah. Niat disesuaikan dengan untuk siapa zakat tersebut dibayarkan.

No More Posts Available.

No more pages to load.