Awal pekan ini, sejumlah anggota Australia dari Armada Global Sumud yang berlayar menuju Gaza juga melontarkan tuduhan serius. Mereka mengklaim mengalami pemerkosaan, pelecehan seksual, pemukulan, penghinaan, hingga penyiksaan saat ditahan sebelum akhirnya dideportasi.
Kasus tersebut semakin menjadi perhatian setelah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, mengunggah rekaman para aktivis yang ditahan dalam kondisi berlutut dengan tangan terikat.
Dalam video itu, Ben-Gvir terlihat mengibarkan bendera Israel sambil mengejek para tahanan dengan mengatakan, “Selamat datang di Israel, kami adalah tuan tanahnya.”
Sikap Keras Pemerintah Israel
Ben-Gvir, yang memiliki kewenangan atas sistem penjara Israel, dikenal kerap mengeluarkan pernyataan keras terhadap warga Palestina.
Ia sebelumnya mendukung penerapan hukuman mati bagi mereka yang dituduh melakukan terorisme, serta menyatakan para tahanan hanya layak menerima “minimal dari yang minimum” dalam hal kebutuhan dasar seperti makanan.
Tak hanya itu, ia juga secara terbuka menolak keberadaan bangsa Palestina. Pada November lalu, Ben-Gvir menyatakan bahwa “tidak ada yang namanya rakyat Palestina.”
Rangkaian tuduhan ini kembali menambah daftar panjang kritik terhadap kebijakan dan perlakuan Israel terhadap warga Palestina, yang terus menjadi sorotan komunitas internasional.











