Tentara Wanita Korsel Tewas Usai Dilecehkan Atasannya

oleh -84 views
Link Banner

Porostimur.com | Seoul: Seorang tentara wanita di Angkatan Laut Korea Selatan (Korsel) ditemukan tewas di pangkalannya. Media-media lokal Korsel melaporkan tentara wanita itu menjadi korban pelecehan seksual oleh atasannya.

Seperti dilansir AFP, Jumat (13/8/2021), kemarahan publik meningkat atas serangkaian insiden serupa di Korsel beberapa waktu terakhir. Diketahui bahwa Korsel menerapkan wajib militer untuk mempertahankan diri melawan Korea Utara (Korut), negara tetangganya yang dikhawatirkan memiliki kemampuan nuklir.

Kementerian Pertahanan Korsel mengumumkan bahwa jenazah tentara wanita yang berpangkat chief petty officer (CPO) ini ditemukan pada Kamis (12/8) waktu setempat. Laporan media-media lokal menyebut tentara wanita itu mengajukan aduan bahwa dirinya dilecehkan oleh seorang kolega seniornya di sebuah restoran.

Namun aduan itu tidak diteruskan ke rantai komando dan tidak diselidiki hingga bulan ini.

Menteri Pertahanan Korsel, Suh Wook, dalam pernyataan yang dirilis Kementerian Pertahanan ‘menyampaikan penyesalannya’ atas kematian tentara wanita tersebut. Dia menyebutnya sebagai ‘peristiwa yang seharusnya tidak pernah terjadi’.

Baca Juga  Ketum PD Pertama Keberatan Namanya Dicatut Lagi dalam Pengambilalihan Partai Demokrat

Suh Wook juga memerintahkan penyelidikan menyeluruh terhadap kasus tersebut.

Penyebab kematian tentara wanita itu belum diketahui secara jelas. Namun insiden ini terjadi setelah pada Mei lalu, seorang tentara wanita Korsel bunuh diri setelah laporannya soal pelecehan seksual oleh koleganya diabaikan oleh korps militer.

Kepala Staf Angkatan Udara (AU) Korsel, Jenderal Lee Seong-yong, mengundurkan diri dari jabatannya pada Juni lalu terkait kasus tersebut. Sementara Menhan Korsel menyampaikan permintaan maaf kepada publik dan menyatakan dirinya ‘merasa memiliki tanggung jawab yang besar’.

Seorang tentara AU Korsel berpangkat Sersan Kepala telah ditangkap terkait kasus pelecehan seksual itu dan didakwa atas penyerangan seksual. Dia diadili pada Jumat (13/8) waktu setempat.

Baca Juga  FAM-SAH Pertegas Komitmen Prioritaskan Kebahagiaan Masyarakat Sula

Praktik bullying di dalam barak dan bentuk tindak penganiayaan lainnya telah sejak lama menodai militer Korsel. Pada Maret lalu, seorang tentara transgender Korsel diberhentikan secara paksa dari militer setelah melakukan operasi kelamin. Tentara transgender itu kemudian mengakhiri nyawanya.

(red/detikcom)