Penyebab kematian tentara wanita itu belum diketahui secara jelas. Namun insiden ini terjadi setelah pada Mei lalu, seorang tentara wanita Korsel bunuh diri setelah laporannya soal pelecehan seksual oleh koleganya diabaikan oleh korps militer.
Kepala Staf Angkatan Udara (AU) Korsel, Jenderal Lee Seong-yong, mengundurkan diri dari jabatannya pada Juni lalu terkait kasus tersebut. Sementara Menhan Korsel menyampaikan permintaan maaf kepada publik dan menyatakan dirinya ‘merasa memiliki tanggung jawab yang besar’.
Seorang tentara AU Korsel berpangkat Sersan Kepala telah ditangkap terkait kasus pelecehan seksual itu dan didakwa atas penyerangan seksual. Dia diadili pada Jumat (13/8) waktu setempat.
Praktik bullying di dalam barak dan bentuk tindak penganiayaan lainnya telah sejak lama menodai militer Korsel. Pada Maret lalu, seorang tentara transgender Korsel diberhentikan secara paksa dari militer setelah melakukan operasi kelamin. Tentara transgender itu kemudian mengakhiri nyawanya.
(red/detikcom)





