Lily mengatakan, dirinya pun tidak mengetahui siapa yang melakukan demo tersebut dan Ia pastikan itu bukanlah dari nakes, karena Dinkes juga sudah menyampaikan ke nakes terkait insentif ini sesuai dengan keputusan Menteri Kesehatan.
“Kita heran yang melakukan demo ini siapa? mereka pasti bukan nakes, karena nakes sudah kita sampaikan sesuai keputusan Menteri Kesehatan, jadi bersabar saja”, ujarnya.

Senada dengan Lily, Kepala RSUD Kabupaten Seram Bagian Barat, Dr. Johan selanno.S.p.og menyesalkan adanya demo yang terjadi, karena menurutnya mereka tidak mengetahui proses pembayaran insentif nakes sudah selesai, hanya tinggal menunggu proses pencairan dari Pemda SBB.
“Saya sudah bertemu Bupati, Dewan, insentif itu sudah masuk ke sistim dan prosesnya sudah selesai, tinggal pencairan dari pemerintah daerah. Tenaga kesehatan pasti sudah paham dengan penyampaian kami, sedangkan yang melakukan aksi demo bukan dari orang kesehatan sehingga duduk alur persoalannya mereka tidak paham, sedangkan saya pun juga ini pelaku yang turut menangani Covid-19”, pungkasnya.
Selanno mengatakan, untuk tenaga kesehatan di RSUD Kabupaten SBB, pihaknya sudah berkoordinasi secara internal dan sudah berkomitmen agar pelayanan Covid-19 tetap dijalankan sekalipun nakes mengalami keterlambatan pembayaran insentif dan pihaknya pun sudah konfirmasi dengan pemerintah daerah untuk secepatnya dana insentif ini dicairkan. (kahar)




