Teror Tahun 1975 di Belanda, Menagih Janji Maluku Selatan yang Merdeka

oleh -62 views
Seorang penyandera di balkon gedung KJRI Amsterdam. Mereka menuntut pertemuan antara pihak Indonesia, PBB, Belanda, juga pemimpin Maluku Selatan untuk berunding membahas kemerdekaan.
Seorang penyandera di balkon gedung KJRI Amsterdam. Mereka menuntut pertemuan antara pihak Indonesia, PBB, Belanda, juga pemimpin Maluku Selatan untuk berunding membahas kemerdekaan. (Anefo Reportage)

Presiden Suharto yang diminta untuk bertemu kelompok RMS juga menolak. Pemerintah Belanda akhirnyalah yang mengadakan pertemuan dengan para pemimpin Maluku Selatan di Belanda setelah pembajak Beilen menyerah. Kabar itu diterima oleh teroris di KJRI dan baru meninggalkan kantor pada 19 Desember.

Di tahun ini juga, kelompok militan Maluku Selatan hampir berhasil menculik Ratu Juliana dengan mencuri truk besar, untuk mendekati Istana Soestdijk. Gagal menculik, aksi beranggotakan 10 orang ini ditangkap.

Perlawanan ekstrim orang Maluku di Belanda bukan berarti berhenti. Mereka masih melancarkan aksinya pada 1977.

Tragedi ini adalah kasus terorisme besar di Belanda juga dunia pada abad ke-20. Momen ini diuraikan oleh Gordong Kerr dan Phil Clarke lewat buku Hostages: Dramatic Accounts of Real-Life Events.

Tragedi itu juga diuraikan oleh kalangan akademisi sosial politik, seperti di jurnal Terrorism (1980) oleh Valentin Herman dan Rob van der Laan Bouma dari Faculty of Social Science Erasmus University, Rotterdam.

Baca Juga  Man City vs Arsenal Jadi Laga Penentu, Guardiola: Kalau Kalah, Selesai

(red/national geographic)