Beberapa tahun kemudian, Thulaihah menyesali perbuatannya dan kembali memeluk Islam secara tulus pada masa kekhalifahan Umar bin Khaththab, sekitar tahun 634 Masehi. Ia bahkan menunaikan ibadah haji sebagai bentuk penyesalan dan pembuktian atas keimanannya yang baru.
Ketika Umar bertemu dengannya, khalifah itu menegur Thulaihah atas pembunuhan dua sahabat Nabi di masa lalu. Namun, Umar juga mengakui perubahan besar dalam diri Thulaihah setelah ia benar-benar bertobat dan menjadi seorang Muslim yang taat.
Sejak saat itu, Thulaihah dikenal sebagai pejuang Islam yang gagah berani. Ia berpartisipasi dalam beberapa pertempuran besar, termasuk dalam Perang Qadisiyah, keberanian dan pengorbanannya menghapus dosa-dosa masa lalunya dan menjadikannya salah satu prajurit Islam yang dikenang dalam sejarah.
Wallahu a’lam.
Sumber: detikhikmah









