Tiduri Anak Tiri, Ayah Bejat di Tangkap Polres Bitung

oleh -96 views
Link Banner

[carousel_slide id=’12211′]

Porostimur.com | Bitung: Seorang ayah, mestinya melindungi anak perempuannya. Apakah ayah kandung ataukah ayah tiri, melindungi anak peremouannya adalah tanggung jawab sebagai orang tua.

Tapi hal itu rupanya tidak ada di benak MP alias Anjas (43), warga Kecamatan Maesa, Kota Bitung Sulawesi Utara.

Nafsu yang tidak terkendali, membuatnya tega meniduri anak tirinya yang masih berusia belasan tahun.

Link Banner

Akibat perbuatan yang dilakukan Anjas itu, ayah kandung korban mendatangi Kantor Mapolres Bitung, Provinsi Sulawesi Utara, untuk membuat laporan polisi, Jumat (16/8).

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/536/VIII/2019/Res-Bitung, tanggal 14 Agustus 2019, petugas penyidik Satreskrim Polres Bitung langsung menangkap Anjas di rumahnya.

Kasat Reskrim Polres Bitung, AKP Taufiq Arifin S.Hut., S.I.K menjelaskan, usai menjalani proses pemeriksaan, pelaku langsung dijebloskan ke dalam rumah tahanan Polres Bitung.

Dari keterangan korban, kejadian terjadi pada Selasa (13/8/2019). Kala itu, dirinya sedang tidur di kamarnya, namun tiba-tiba, ayah tirinya masuk ke dalam kamar dan mengajak berhubungan badan layaknya suami-istri.

Baca Juga  Penuhi panggilan polisi, Selanno sodorkan bukti dan regulasi

Korban mengatakan, saat itu ia mencoba melawan, namun usahanya hanya sia-sia. Ayah tirinya yang sudah kerasukan setan, berhasil membuka paksa seluruh pakaiannya, lalu melampiaskan nafsu bejatnya itu.

Di hadapan penyidik, Anjas berkelit dan tidak mau mengakui perbuatan bejatnya. Lelaki bejatnya itu mengatakan apa yang disangkakan anak tirinya adalah kabar bohong.

Ia mengaku semua yang terjadi di tempat tidur malam itu, atas dasar suka sama suka. Tapi Polisi tak bergeming. Anjas disangkakan melakukan perbuatan melawan hukum.

Atas perbuatan menodai anak tirinya yang masih belia itu, Polisi menjerat Anjas dengan Pasal 82 UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, hukuman penjara 15 tahun. (Dan)