Tim Kemendikbudristek Keluhkan Pelayanan Pemkot Ambon

oleh -1 Dilihat

Lewat pernyataannya pada aplikasi  layanan pesan instan, Pudentia menyebutkan, dirinya merasa terganggu dengan acara penyerahan gelar maestro tersebut. “Saya ragu mau mengatakan ini, tapi dengan terpaksa, rasanya saya harus mengatakannya,” ujarnya.

Dirinya, kata Pudentia, mengaku heran dan belum pernah terjadi selama perjalanan hidupnya yang sudah cukup panjang. Dia merasa kementeriannya disepelekan.

“Apa yang sesungguhnya terjadi? Masakan kita membawa sebuah pengakuan dan penghargaan untuk mereka, tapi tidak satu gelas air pun disuguhkan kepada kita, dan kami yang sudah datang jauh dari Jakarta,” sesalnya.

Pudentia lantas bertanya, begitukah cara mereka menyambut tamu? “Bahkan berbicara pada kami pun tidak sungguh-sungguh. Tolong sampaikan hal ini pada siapa pun, yang bisa menyampaikan kepada pak wali kota dan pak kadis,” sebutnya.

Bukan saja itu, Pudentia mengaku, nama-nama dirinya dan tim pun tidak ditanyakan, apalagi diajak minum atau ramah tamah bersama.

Baca Juga  Real Madrid Bidik Kemenangan di Markas Elche, Mbappe Jadi Ancaman Utama

“Anehnya juga sejak dari depan sampai ke sekretaris wali kota, tidak ada yang tahu acara penyerahan sertifikat kemarin,” pungkasnya.

Keluhan terkait kinerja Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon memang sudah harus ditanggapi serius. Bukan sekali berita yang menyoroti kinerja dinas ini muncul di media, terkait dengan pelaku seni di daerah ini. Padahal dinas inilah yang paling punya kepentingan terkait dengan predikat Ambon UNESCO City of Music.

No More Posts Available.

No more pages to load.