Tim Tarsius Polres Bitung Amankan 2 ABG Pemilik Senjata Tajam

oleh -171 views
Link Banner

[carousel_slide id=’11594′]

@porostimur.com | Bitung: Guna meminimalisir kasus krimininal di Kota Cakalang- Bitung, Tim Tarsius Wilayah Timur yang dipimpin Ketua Tim, Ipda. Tuegeh Darus S Sos, terus melakukan operasi penyakit masyarakat (Pekat).

Pada operasi hari Sabtu (3/8) kemarim, Tim Tarsius berhasil menjaring 2 orang Anak Baru Gede (ABG), yang kedapatan memiliki senjata tajam jenis panah wayer dan pisau badik yang dipakai untuk menyerang orang lain.

Kedua ABG yang berhasil diamankan, yakni: IH alias Idris (17), warga Girian Permai dan DT alias Bo (17), warga Girian Bawah.

Link Banner

Dari penjelasan Darus, penangkapan ini berdasarkan informasi dari warga, kalau Idris dan Bo sering mabuk dan melakukan penyerangan terhadap anak-anak muda di Girian Bawah dan membuat keonaran di Pasar Girian.

Baca Juga  Bhayangkari Cabang Kepulauan Sula Berikan Bantuan Masker & Suplemen Kepada Bhabinkamtibmas & Lalu Lintas

Selain informasi warga, Idris juga pernah dilaporkan oleh salah seorang warga Girian Bawah ke Polisi terkait penyerangan ditempat kost ,di Kelurahan Wangurer pada tanggal 31/7/2019 silam.

“Untung saja, kejadiannya tidak sampai di penusukan, sehingga tidak ada yang menjadi korban. Pada waktu kejadian itu, Idris sulit ditangkap karena ia bersembunyi dan berpindah pindah tempat tinggal”, kata Darus.

Dalam catatan kriminal, Idris pernah terlibat kasus pencurian dan penganiayaan senjata tajam (residivis) dan dihukum sekian kalinya di Lembaga Pemasyarakatan Klas 2B Tewaan.

Adapun penangkapan keduanya dilakukan dilokasi berbeda. Bo ditangkap di rumah orang tuanya. Sedangkan Idris terpaksa diberikan hadiah 2 butir timah panas di bagian kaki kiri, karena mencoba kabur ketika personil Tim Tarsius hendak menangkapnya di wilayah Girian Bawah.

Baca Juga  Ini Beragam Event Visit Ambon 2020, Catat Tanggal dan Bulannya

“Barang bukti yang kami amankan, 2 buah busur anak panah wayer dan 1 buah pelontar panah wayer, 1 buah pisau badik besi putih yang ujungnya runcing panjang 30 cm serta sarung pisau warna hijau terbuat dari kayu”, ujar Darus kepada porostimur.com, Senin (5/8).

“Selanjutnya, Idris dan Bo dan arang bukti diserahkan ke penyidik Reskrim Unit IV PPA Polres Bitung. Mereka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) undang-undang darurat tahun 1951 subsider Pasal 335 ayat (1) KUHP,” pungkas Darus. (Dan)