Tinjau Pencemaran PT RUM di Sukoharjo, ini Kata Saadiah Uluputty

oleh -55 views
Link Banner

Porostimur.com – Ambon: Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Saadiah Uluputty, ST bersama rombongan Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan ke Sukoharjo Solo, meninjau lokasi pencemaran air dan udara yang diakibatkan oleh PT Rayon Utama Makmur (RUM).

PT Rayon Utama Makmur (RUM) merupakan produsen serat rayon yang dimana sahamnya dimiliki oleh pemegang saham pengendali Sritex.

Dirjen GAKUM Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan beserta staf, juga ikut bersama robongan Komisi IV DPR RI yang dipimpin oleh Dedi Mulyadi menemui kepala desa dan beberapa masyarakat yang bermukim di bentangan kali yang dilalui pimpinan perusahaan.

“Tolonglah kami bapak, ibu, kami sudah menderita 4 Tahun di tempat ini, setiap hari kami mencium bau busuk yang menyengat, bau itu sangat mengganggu kehidupan kami terutama anak-anak dan orang tua kami,” tutur salah satu warga sambil menitikan air mata.

“Sebelum covid-19 kami sudah terbiasa dengan masker, bahkan berlapis-lapis,” imbuhnya.

Baca Juga  Polda Maluku Gelar Dialog Bahas Afirmasi Pendidikan Papua

Dalam diskusi bersama kepala GAKKUM, Uluputty menyampaikan, harus ada tindakan cepat, karena waktu 4 Tahun adalah waktu yang cukup lama membiarkan masyarakat menderita.

“Rakyat tak kuasa karena sudah berjuang kemana-mana, ini menunjukan bahwa AMDAL tidak berjalan dengan melibatkan masyarakat,” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (24/11/2021).

Uluputty menegaskan, perusahaan atas nama investasi dibangun haruslah ada berbagai uji kelayakan amdalnya, terutama izin AMDAL karena ini penting. Apalagi perusahaan ini berada di tengah lingkungan pemukiman masyarakat.

“Penempatan pipa pembuangan di area aliran sungai juga harusnya dilarang. Karena seperti kejadian ini, pipa bocor atau patah akibat derasnya aliran sungai akan mengakibatkan pencemaran sungai juga mematikan ikan-ikan yang ada di Bengawan Solo. Masyarakat tak berdaya, karena mereka warga kecil yang jika protes ditegur balik bahkan diancam, maka tugas negara adalah melindungi rakyat dan memberikan rasa merdeka untuknya,” tukas wakil rakyat asal Maluku ini.

Baca Juga  Ikut Aksi di Asrama Mahasiswa Papua, 5 Anggota TNI Dinonaktifkan

“Perjalanan pulang-pergi (PP) Jakarta-Sukoharjo dalam sehari merupakan perjalanan yang tentu melelahkan. Namun yang terpenting adalah adanya kepastian penyelesaian persoalan 3 desa di sekitar area perusahaan. Dan harus ada tindakan tegas jika masih bermasalah,” pungkasnya. (akib)