TNI AL Tangkap Kapal Bermuatan Kayu Gaharu dan Cokelat Ilegal di Seram

oleh -90 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: TNI Angkatan Laut (AL) mengamankan sebuah kapal kargo di perairan Seram, Maluku. Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) III Laksamana Muda TNI Dadi Hartanto mengecek langsung kapal tersebut di Dermaga TNI AL Tawiri Ambon, Maluku.

“Ketika KRI Layaran-854 melaksanakan operasi keamanan laut sehari-hari di Laut Seram menghentikan dan memeriksa KM Clarity 08. Hasil pemeriksaan sementara diketahui kapal dinakhodai WB dan diawaki 23 orang anak buah kapal melakukan pelayaran dari Bintuni, Papua Barat menuju Bemo, Kabupaten Seram Bagian Timur, selanjutnya ke Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah,” kata Dadi kepada dalam keterangan resmi Dinas Penerangan (Dispen) Armada III, Rabu (24/3/2021).

Pengecekan dilakukan bersama dengan Komandan Lantamal IX Ambon Laksma Eko Jokowiyono dan Komandan Guspurla Koarmada III Laksma TNI Laksma Rudhi Aviantara, Rabu (23/3/2021) kemarin.

Baca Juga  Verifikasi Faktual JMSI Daerah Tahap II Digelar

Dadi menuturkan penangkapan KM Clarity terjadi pada Rabu, 3 Maret 2021. Dari hasil pemeriksaan awal, KM Clarity 08 kemudian digiring oleh KRI Layaran-854 menuju Lantamal IX Ambon dan telah tiba pada Kamis (4/3) untuk menjalani proses penyelidikan.

Link Banner

“Selama pelayaran, kapal motor bertonase 4.634 GT milik PT. Prima Jasa Line tidak dilengkapi SPB (Surat Persetujuan Berlayar), muatan kayu log jenis Merbau/kayu besi, kayu Gaharu Soa-soa. 9 Peti kemas cokelat dan kopra tidak dilengkapi dokumen sesuai ketentuan perundang-undangan serta peraturan yang berlaku. Diduga melakukan kegiatan illegal logging dengan modus ditutup kopra dan kontainer berisi buah cokelat,” sebut Dispen Armada III.

Tercatat, muatan kapal kargo itu terdiri dari 959 batang kayu log, 9 kontainer uang terdiri dari 8 kontainer isi biji cokelat, serta 1 kontainer isi kayu Gaharu Soa-soa. KM Clarity 08 berlayar dari Bintuni menuju Bemo tanpa dilengkapi SPB, sehingga diduga melanggar Pasal 219 ayat (1) jo Pasal 323 UU 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda Rp 600 juta.

Baca Juga  Pangdam Pattimura Pimpin Apel Perdana Bersama Prajurit dan PNS Kodam

Sementara itu, 3 ABK BST (basic safety training) sudah tak berlaku dan satu ABK tidak memiliki BST. Atas pelanggaran ini, diduga melanggar Pasal 224 jo Pasal 310 jo Pasal 135 UU 17/2008 tentang Pelayaran, dengan pidana penjara dua tahun atau denda Rp 300 juta.

Selanjutnya, KM Clarity tak memiliki sertifikat peti kemas sehingga diduga melanggar Pasal 149 ayat (1) jo Pasal 313 UU 17 Tahun 2008 tentang pelayaran dengan pidana penjara 2 tahun atau denda Rp 300 juta. Pelanggaran berikutnya adalah muatan tidak terdaftar dalam manifes muatan diduga melanggar Pasal 285 jo Pasal 13 ayat (4) UU No 17 Tahun 2008 dengan pidana penjara 1 tahun dan/atau denda Rp 200 juta.

Baca Juga  Alasan The Rolling Stones Masih Aktif Bermusik di Usia Senja

Muatan kayu Gaharu Soa-soa yang berada pada peti kemas dengan jumlah 31 koli tidak memiliki dokumen resmi serta tidak terdaftar dalam manifes muatan selanjutnya akan diserahkan kepada PPNS Seksi Maluku Papua.

(red/dtc)