
Ambil Alih
Sementara itu dalam situs ULMWP, Benny Wenda menyatakan, pihaknya telah bersatu secara politis dan militer. “Masyarakat internasional sekarang tanpa ragu-ragu dapat melihat bahwa kami siap untuk mengambil-alih negara kami. Indonesia tidak bisa lagi menstigmatisasi kami sebagai separatis atau penjahat. Kami adalah negara kesatuan militer dan politik yang sah”.
Juru bicara ULMWP Jacob Rumbiak mengatakan, pembentukan Tentara Papua Barat itu menyatukan sayap politik, intelijen dan militer menjadi satu kelompok diplomatik yang akan mendorong kampanye kemerdekaan ke depan. “Persatuan ini akan menunjukkan kepada Indonesia dan dunia, bahwa kami orang Papua Barat siap mendapatkan kemerdekaan hari ini juga. Militer kami secara otomatis akan berada di bawah kendali penuh seorang komandan. Kami memiliki agenda yang sangat jelas untuk menjadi pejuang kebebasan terbaik,” ujarnya.
Mendanggapi hal tersebut, Muhammad Aidi menyatakan, klaim untuk membentuk suatu negara secara sepihak, tidaklah cukup. “ BW (Benny Wenda) dan kelompoknya harus paham, untuk membentuk suatu negara dibutuhkan unsur pendukung lainnya. Di antaranya adalah unsur rakyat, wilayah dan adanya pengakuan dan legitimasi Internasional,ujarnya.
Ia melanjutkan, faktanya kedaulatan NKRI dari Merauke sampai Sabang masih diakui dan dihormati oleh seluruh negara di dunia dan telah disahkan oleh lembaga dunia PBB.




