- Meningkatkan transparansi harga,
- Meminimalkan peran perantara,
- Menjamin stabilitas pasokan jangka panjang.
“Krisis ini harus menjadi momentum untuk memutus mata rantai broker dalam impor BBM,” tegasnya.
Perlu Perkuat Kilang dan Kemandirian Energi
Selain reformasi skema impor, ia juga menekankan pentingnya penguatan kapasitas kilang dalam negeri agar Indonesia tidak terus bergantung pada produk BBM impor.
Ia menyarankan kolaborasi antara Pertamina dan entitas strategis nasional untuk membangun dan mengelola kilang, sehingga Indonesia dapat mengimpor minyak mentah dan mengolahnya sendiri.
Langkah ini dinilai sebagai kunci menuju kedaulatan energi nasional.
Transparansi Jadi Kunci Berantas Rent Seeking
Engelina menegaskan, praktik pemburu rente dalam sektor migas hanya bisa dihentikan melalui transparansi total, termasuk sistem pelacakan distribusi BBM secara real time.
“Kalau aliran BBM bisa dideteksi secara terbuka, maka perlahan praktik rente akan hilang dengan sendirinya,” ujarnya.
Singgung Kunjungan Presiden ke Jepang
Di tengah situasi global yang memanas, Engelina juga menyoroti kunjungan Prabowo Subianto ke Jepang.
Meski kunjungan tersebut menghasilkan kesepakatan bisnis miliaran dolar, ia menilai pemerintah tetap harus memprioritaskan kepentingan dalam negeri, khususnya terkait kebutuhan dasar masyarakat.
Momentum Reformasi Tata Kelola Energi
Menurut Engelina, krisis global saat ini justru menjadi momentum strategis bagi pemerintah untuk melakukan perombakan total tata kelola migas nasional.










