Tokoh Masyarakat Kei Sesalkan Pemberian Gelar Adat Kepada Murad Ismail

oleh -5 Dilihat

Porostimur.com, Ambon – Salah seorang tokoh masyarakat Kei Sesalkan menyesalkan adanya pemberian gelar adat kepada Murad Ismail dan istrinya.

Melalui keterangan tertulisnya yang diterima redaksi Porostimur.com, Sabtu (22/7/2022) di Ambon, Dr. H. Djamaludin Koedoeboen, SH. MH menyertakan, sebagai salah satu tokoh masyarakat Maluku Tenggara dan Kota Tual, yang bedomisili sementara di Jakarta dirinya sangat menyayangkan keputusan para Raja Loorsiu dan Loorlim yang memberi gelar adat kepada Gubernur Maluku Murad Ismail, kemarin di Danar.

“Memang kalau dicermati secara baik maka sesunguhnya tidak ada prestasi Gubernur Maluku yang signifikan, bahkan tidak ada program beliau yang nombastis di Maluku Tenggara dan Kota Tual yang perlu diapresiasi berlebihan oleh Bupati dan para Raja di kepulauan Kei,” ujarnya.

Baca Juga  Kisah Ibu Nur, Penjual Kue Cucur yang Mengantarkan Bahlil Lahadalia Menjadi Menteri

Djamaludin Koedoeboen menduga, pemberian gelar adat itu hanya lebih karena kepentingan Bupati Malra yang ingin dilindungi berbagai kasus hukumnya yang selama ini telah mengemuka di ruang publik dan untuk kepentingan keberlangsungan kepemimpinan tahun 2024.

“Jadi ini mainan anak-anak kecil sebenarnya, hanya saja para tokoh di daerah kita tidak berdaya, bahkan patut diduga karena ada iming-iming duit untuk para tokoh kita ini, jadi silakan dicek saja, semoga dugaan saya ini salah,” imbuhnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.