Perputaran Uang Kembali ke Elite
Notanubun juga menyoroti dampak ekonomi dari Pilkada langsung yang selama ini dirasakan masyarakat. Ia menjelaskan, ketika rakyat memilih langsung, perputaran ekonomi terjadi di tingkat bawah.
“Jika rakyat yang memilih, aktor utama perputaran uang ada di relawan, tim kampanye, masyarakat desa, dan pedagang UMKM. Dampaknya nyata, ekonomi lokal bergerak,” urainya.
Namun, lanjut dia, kondisi itu akan berubah drastis jika Pilkada dikembalikan ke DPRD.
“Kalau pilihan dikembalikan ke DPRD, yang diuntungkan justru elite politik, para kapitalis, dan broker politik. Perputaran uang hanya beredar di kalangan atas,” cetusnya.
Ia menilai, keputusan politik nantinya akan lebih banyak menguntungkan kelompok tertentu, bukan lagi berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Tegaskan Amanat Demokrasi
Srikandi PDI-Perjuangan yang telah dua periode menjabat sebagai anggota DPRD Kota Tual ini menegaskan, partainya tetap tegak lurus pada amanat demokrasi dan arahan Ketua Umum PDI-Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.
“Kami akan tetap konsisten mengawal hak masyarakat kecil yang ingin dirampas,” pungkas anggota Komisi III DPRD Kota Tual tersebut.
Notanubun menegaskan, demokrasi sejati harus memberi ruang seluas-luasnya bagi rakyat untuk menentukan pemimpinnya secara langsung, adil, dan berdaulat. (Megarivera Renyaan)









