Trauma Operasi Aparat, Warga 3 Kampung di Tambrauw Mengungsi ke Hutan

oleh -232 views
Suasana di sekitar Pos TNI di Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, Jumat (3/4/2026). (Beritasatu.com/Rabin Yarangga)

Porostimur.com, Sorong — Tiga kampung di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya dilaporkan kosong tak berpenghuni setelah warganya mengungsi akibat trauma pascaoperasi aparat keamanan. Ketiga kampung tersebut yakni Kampung Salim, Kampung Sumbekas, dan Kampung Banfot di Distrik Bamusbama dan Yembun.

Kondisi ini terjadi menyusul insiden penyerangan yang menewaskan satu tenaga kesehatan, satu tenaga honorer, dan satu warga sipil. Situasi keamanan yang belum sepenuhnya pulih membuat warga memilih meninggalkan rumah dan mencari perlindungan di hutan maupun kampung tetangga.

Komnas HAM Temukan Kampung Kosong

Kepala Kantor Perwakilan Papua Komnas HAM Fritz Ramandey, mengatakan pihaknya telah turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan.

Baca Juga  Gadis 22 Tahun di Halmahera Utara Hilang Misterius, Polisi Terbitkan Laporan Resmi

“Tiga kampung terdampak pascakejadian tersebut tidak ada orang. Kami datangi langsung Kampung Banfot, tidak ada warga yang tinggal, mereka semua mengungsi,” ujarnya di Sorong, Jumat (3/4/2026).

Ia menjelaskan, ketakutan warga dipicu oleh keberadaan aparat keamanan yang masuk hingga ke area permukiman, sehingga masyarakat merasa tidak aman untuk beraktivitas.

Warga Minta Pos Aparat Dipindahkan

Dalam pengungsian, warga meminta pemerintah dan aparat keamanan memindahkan pos militer dari dalam kampung ke luar wilayah permukiman.