Porostimur.com, Ambon – Puluhan mahasiswa Universitas Pattimura Ambon yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus Unpatti menggelar demonstrasi menolak hasil pemilihan rektor.
Aksi dipusatkan di depan ruang registrasi Universitas Pattimura Ambon, Selasa (7/11/2023).
Aksi demo tersebut dilakukan setelah berlangsungnya pemilihan rektor putaran kedua di Aula Rektorat Unpatti, di mana Profesor Fredy Leiwakabassy unggul dengan 66 suara.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menuding proses pemilihan rektor telah dipenuhi dengan kecurangan dan intervensi politik.
Mahasiswa menduga ada salah satu calon rektor telah melakukan praktik politik uang.
“Kami menduga kuat ada calon rektor tertentu yang terlibat politik uang dalam suksesi rektor,” teriak Ongen salah satu mahasiswa dalam orasinya.
Mahasiswa menuding ada tim dari calon rektor tertentu yang telah menyetor uang ke pusat hingga mencapai Rp26 miliar demi memenangkan pemilihan rektor.
Mereka juga menuding ada pejabat di Rektorat Unpatti ikut terlibat dalam praktik politik uang tersebut.
“Kami mendapat informasi bahwa diduga ada pejabat yang telah membawa uang Rp26 miliar untuk disetor ke pusat demi memenangkan calonnya,” teriak mahasiswa.
Mahasiswa mengungkapkan uang puluhan miliar yang disetor ke pusat itu diduga diambil dari dana remunerasi milik dosen dan pegawai Unpatti yang selama ini mengendap di bank BTN.









