Tumbal Wadas

oleh -0 Dilihat

Warga Desa Wadas menolak penambangan tersebut. Mereka kuatir bahwa penambangan tersebut akan mematikan 27 sumber mata air yang ada. Lahan pertanian dan hidup mereka sangat tergantung pada sumber-sumber air tersebut.

Proyek Waduk Bener yang menelan beaya 2,06 trilyun ini rencananya akan selesai dan diresmikan tahun depan. Ini tentu akan menjadi catatan keberhasulan dan warisan (legacy) dari Presiden Jokowi.

Menurut sumber pemerintah, bendungan ini akan menjamin aliran air untuk 13.589 hektar sawah yang sudah ada. Selain itu, 1,110 hektar sawah baru bisa dicetak.

Tidak itu saja, bendungan ini akan menjadi sumber air baku untuk masyarakat dengan kapasitas 1,500 lt/detik. Tidak lupa pula bahwa akan ada 6 Mega Watt listrik yang akan dihasilkan oleh Bendungan Bener ini. Dan kabarnya, Bendungan Bener akan mengurangi potensi banjir untuk Purworejo dan Kulonprogo dengan nilai reduksi banjir 8,73 juta m3.

Di atas kertas, semua indah dan optimistik.

Hari ini, aparat keamanan dalam jumlah besar menyerbu Desa Wadas. Mereka “mengamankan” pengukuran untuk proyek penambangan batu tersebut. Mereka menangkapi warga dan para aktivis masyarakat sipil yang membantu warga untuk mempertahankan tanahnya.

Baca Juga  Jalan Ahuru–Arbes Dibeton Warga, Hampir 10 Tahun Rusak: “Seng Diperbaiki, Seng Bisa Bongkar”

Pengerahan aparat keamanan ini mengingatkan saya pada kejadian pada tahun 1989 ketika pemerintah Orde Baru membangun Waduk Kedungombo di Boyolali. Waduk ini menenggelamkan 37 desa, 7 kecamatan di tiga kabupaten. 5.268 keluarga harus hengkang dari lokasi pembangunan waduk itu.

No More Posts Available.

No more pages to load.