Porostimur.com, Weda – Kesabaran masyarakat dan kelompok penggarap lahan di wilayah Hutan Sakaulen, Halmahera Tengah, akhirnya memuncak. Mereka melakukan pemalangan total terhadap jalan produksi atau hauling road milik PT Halmahera Sukses Mineral (HSM), Selasa (6/10/2026).
Aksi tersebut dilakukan warga sebagai bentuk protes terhadap persoalan pembebasan lahan yang hingga kini disebut belum tuntas. Warga menuding lahan garapan mereka telah digunakan untuk kepentingan operasional tambang tanpa penyelesaian ganti rugi sebagaimana yang mereka tuntut.
Akibat aksi tersebut, aktivitas kendaraan dan alat berat perusahaan di jalur hauling dilaporkan terhenti. Akses logistik menuju kawasan operasional tambang pun ikut terdampak.
“Ini adalah jalan terakhir kami. Kami sudah tempuh jalur diplomasi, sudah komunikasi formal berkali-kali dengan manajemen, tapi tidak pernah ada titik temu yang adil. Lahan kami digusur, uang ganti rugi tidak dilunasi,” tegas salah satu perwakilan penggarap di lokasi pemalangan.
Ganti Rugi Belum Tuntas, Warga Klaim Lahan Dikelola Turun-temurun
Warga dari sejumlah desa lingkar tambang di Kecamatan Weda Tengah menyebut pemalangan merupakan akumulasi kekecewaan setelah komunikasi dengan pihak perusahaan dinilai belum menghasilkan penyelesaian.










