Langkah ini menyusul kemajuan yang dicapai antara Yordania dan Suriah, yang Komite Teknis Gabungan untuk Transportasi Daratnya sepakat pada bulan Juni untuk menyelaraskan prosedur transit dan memudahkan pergerakan penumpang, barang, dan kendaraan. Kesepakatan tersebut menetapkan prinsip resiprositas untuk bea cukai dan logistik, yang membuka jalan bagi integrasi regional.
Bolat mencatat bahwa truk-truk Turki telah mulai melintasi Suriah menuju Yordania dan Teluk, meskipun beberapa tantangan administratif dan infrastruktur masih ada. “Saat ini kami sedang mengatasi pembatasan yang tersisa seperti prosedur bea cukai Suriah, perbaikan jalan, dan peraturan visa,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa ia berharap “koridor tersebut akan beroperasi penuh pada tahun 2026.”
Ia juga menyoroti antusiasme yang ditimbulkan oleh proyek ini di Yordania. “Rute ini membentang dari Yordania dan Suriah ke Turki dan dari sana ke Eropa, menjadikannya koridor dua arah yang vital untuk transportasi dan perdagangan,” jelasnya,dilansir Gulf News. “Kebangkitannya kembali akan berdampak positif bagi masyarakat di kawasan ini dalam waktu dekat.”
Turki Buka Koridor Perdagangan Darat Bersejarah ke Yordania dan Suriah, Integrasi Timur Tengah Menguat?
1. Menghubungkan Eropa, Levant, Teluk
Koridor darat yang dibuka kembali diharapkan dapat memulihkan aktivitas komersial ke tingkat yang terlihat sebelum tahun 2011, ketika konflik Suriah memaksa penutupan dan pengalihan jalur laut yang mahal. Pada tahun 2010, puluhan ribu truk mengangkut barang setiap tahun antara Turki, Yordania, Arab Saudi, dan UEA melalui Suriah.









