Kegiatan ini diisi dengan berbagai materi teknis seperti cara mengevakuasi korban di air, penggunaan peralatan penyelamatan, serta simulasi penanganan kecelakaan di laut. Selain itu, para peserta juga mendapatkan pengalaman langsung melalui praktek di lapangan yang berlokasi di Pantai Natsepa.
“Kolaborasi antar unsur Potensi SAR diharapkan mampu menciptakan sinergi yang baik untuk penanganan situasi darurat di perairan Maluku,” tukasnya.
Arafah menambahkan, dengan berakhirnya pelatihan pada 5 Oktober 2024, seluruh peserta telah memiliki bekal kemampuan dan pengetahuan yang lebih baik untuk menjalankan operasi penyelamatan di laut, sekaligus memperkuat koordinasi antar instansi dan organisasi dalam mendukung kesiapsiagaan SAR di Kota Ambon dan sekitarnya. (red)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News










