Oleh: Made Supriatma, Peneliti dan jurnalis lepas. Saat ini bekerja sebagai visiting research dellow pada ISEAS-Yusof Ishak Institute, Singapore
Jaman Orba ada yang namanya Litsus dan Bersih Lingkungan. Disitu orang diuji apakah cocok dengan ideologi rejim atau tidak. Bukan hanya yang dipandang Komunis yang didepak. Tapi juga mereka yang “ekstrem kanan” (Islam) dan “ekstrem tengah” (liberal).
Jadi, Listsus dan Bersih Lingkungan itu untuk membersihkan dari ekstrim kiri, kanan, dan tengah.
Lalu dimana Orba berdiri? Ya pada dirinya sendiri. Mengabdi pada penguasa tunggal, yang berhak menafsir apa saja yang menurutnya benar. Tidak ubahnya seperti “L’état, c’est moi … ” yang diucapkan Kaisar Perancis maha absolut jaman dulu.
Di masa Orba Baru (Orbaba) ini ada yang namanya TWK (Tes Wawasan Kebangsaan). Tes macam ini dikenakan pada pegawai-pegawai KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).
Saya kira, tes macam ini tidak akan berhenti pada KPK. Dia akan kemana-mana. Sudah banyak suara dari para pendukung rejim yang rajin menyerukan untuk dilakukan “pembersihan dari kadrun” lembaga-lembaga negara dan (mungkin) nantinya juga lembaga-lembaga swasta.
Banyak orang mengatakan bahwa ini adalah bagian strategi melemahkan KPK. Pertama, jadikan pegawai-pegawai KPK sebagai ASN. Kedua, untuk menjadi ASN saringlah mereka — enyahkan mereka yang kira-kira berbeda dari kepentingan rejim.




