Porostimur.com, Tiakur – Laut yang selama ini menjadi jarak bagi masyarakat Maluku Barat Daya (MBD), justru dipandang sebagai modal strategis untuk mengubah wajah kabupaten kepulauan itu.
Di tengah posisi geografisnya yang berada di kawasan terluar Indonesia dan berbatasan langsung dengan Australia serta Timor Leste, MBD dinilai memiliki arti penting bukan hanya bagi pembangunan ekonomi daerah, tetapi juga bagi konektivitas dan wajah kedaulatan Indonesia di kawasan timur.
Pandangan itu disampaikan Ketua DPD I Partai Golkar Maluku, Umar Lessy, dalam sambutannya pada pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Partai Golkar Kabupaten Maluku Barat Daya, Kamis (17/9/2026).
Menurut Lessy, MBD tidak seharusnya terus ditempatkan dalam perspektif sebagai wilayah yang berada di “ujung” Indonesia.
Sebaliknya, kawasan tersebut harus dipandang sebagai halaman depan negara.
“Karena itu, MBD tidak seharusnya terus dipandang sebagai wilayah yang berada di ‘ujung’ Indonesia. Sebaliknya, MBD adalah halaman depan Indonesia,” kata Lessy dalam sambutannya.
Ia menilai posisi geografis MBD memberikan keuntungan sekaligus tantangan. Gugusan pulau yang tersebar di kawasan perbatasan memiliki potensi ekonomi dan sumber daya alam, namun pada saat yang sama masyarakat masih berhadapan dengan persoalan konektivitas, pelayanan dasar dan pembangunan infrastruktur.











