UNJ dan Pemkot Tidore Usulkan Sultan Zainal Abidin Syah Sebagai Pahlawan Nasional

oleh -3 Dilihat

Sultan Zainal Abidin Syah kemudian ditetapkan sebagai Gubernur Pertama Perjuangan Pembebasan Irian Barat pada pada 23 September 1956 di Soa-Sio Tidore. Kemudian, pada tahun 1962 dia diperbantukan di Kementerian Dalam Negeri sampai tahun 196. Ia wafat pada 4 Juli 1967 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kapahaha Ambon.

Suprianto menjelaskan, alasan kuat masyarakat Indonesia tidak boleh melupakan Zainal Abidin Syah karena patriotisme dalam dirinya sangat tinggi.

“Jadi, ada satu alasan tersendiri bahwa motor penggerak, dia harus mengambil keputusan (bergabung dengan NKRI), walaupun keputusan itu, dari berbagai kalangan, ada yang kontra. Dia tetap komitmen bahwa Tidore dan Irian Barat adalah bagian dari NKRI,” ucap dia.

Baca Juga  Akademisi Unpatti Bantah Penilaian BWS Maluku soal Ancaman Banjir di Sungai Waitomu

Suprianto melalui mengutip ucapan Soekarno mengenai sosok Sultan Zainal Abidin Syah. “Bung Karno bilang, ‘kalau tidak ada Sultan syah, tidak ada lagu dari sabang sampai merauke’.” ucap dia.

Dia mengatakan, Seminar Nasional tentang Peran Sultan Zainal Abidin Syah dalam Mempertahankan Kedaulatan NKRI untuk membangkitkan memori sejarah bangsa Indonesia akan peran Zainal Abidin Syah dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah mengusulkan Sultan Zainal Abidin Syah sebagai salah satu Pahlawan Nasional dari Kesultanan Tidore,” ucap Sekretaris Humas UNJ, Nugrahaeni Prananingrum, dalam keterangannya.