Porostimur.com | Jakarta: Pemerintah Daerah Tidore, Maluku Utara dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengusulkan Sultan Zainal Abidin Syah sebagai salah satu Pahlawan Nasional dari Kesultanan Tidore. Usulan tersebut disampaikan dalam seminar yang bertajuk ‘Peran Sultan Zainal Abidin Syah dalam Mempertahankan Kedaulatan NKRI’ di UNJ, Jakarta, Kamis (12/3).
Tim peneliti sejarah Sultan Zainal Abidin Syah, Suprianto Prasaga, mengatakan, negara tidak boleh melupakan kiprah Sultan Zainal Abidin Syah yang dikenal sebagai tokoh memiliki patriotisme dan nasionalisme tinggi.
“Beliau inikan selain Sultan juga sebagai gubernur, gubernur Papua pertama. Gubernur perjuangan pembebasan Irian Barat. Dia menyuarakan bahwa Irian Barat itu adalah bagian dari NKRI, yang dari kesultanan Tidore,” kata Suprianto.
Zainal Abidin Syah adalah Sutan Tidore (1947-1967). Ia memiliki peranan penting di dalam sejarah perebutan kembali Papua Barat. Pada 17 Agustus 1956, Presiden Soekarno mengumumkan pembentukan Provinsi Perjuangan Irian Barat dengan Ibu Kota sementara di Soa-Sio Tidore.

Soekarno memutuskan hal itu dengan alasan Papua serta pulau-pulau sekitarnya merupakan wilayah kekuasaan Kesultanan Tidore sejak ratusan tahun lalu.




