UNJ dan Pemkot Tidore Usulkan Sultan Zainal Abidin Syah Sebagai Pahlawan Nasional

oleh -233 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Pemerintah Daerah Tidore, Maluku Utara dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengusulkan Sultan Zainal Abidin Syah sebagai salah satu Pahlawan Nasional dari Kesultanan Tidore. Usulan tersebut disampaikan dalam seminar yang bertajuk ‘Peran Sultan Zainal Abidin Syah dalam Mempertahankan Kedaulatan NKRI’ di UNJ, Jakarta, Kamis (12/3).

Tim peneliti sejarah Sultan Zainal Abidin Syah, Suprianto Prasaga, mengatakan, negara tidak boleh melupakan kiprah Sultan Zainal Abidin Syah yang dikenal sebagai tokoh memiliki patriotisme dan nasionalisme tinggi.

“Beliau inikan selain Sultan juga sebagai gubernur, gubernur Papua pertama. Gubernur perjuangan pembebasan Irian Barat. Dia menyuarakan bahwa Irian Barat itu adalah bagian dari NKRI, yang dari kesultanan Tidore,” kata Suprianto.

Zainal Abidin Syah adalah Sutan Tidore (1947-1967). Ia memiliki peranan penting di dalam sejarah perebutan kembali Papua Barat. Pada 17 Agustus 1956, Presiden Soekarno mengumumkan pembentukan Provinsi Perjuangan Irian Barat dengan Ibu Kota sementara di Soa-Sio Tidore.

Sultan Tidore, Zainal Abidin Syah

Soekarno memutuskan hal itu dengan alasan Papua serta pulau-pulau sekitarnya merupakan wilayah kekuasaan Kesultanan Tidore sejak ratusan tahun lalu.

Baca Juga  Pangdam Pattimura Tatap Muka dengan Ketua DRPD Provinsi Maluku

Sultan Zainal Abidin Syah kemudian ditetapkan sebagai Gubernur Pertama Perjuangan Pembebasan Irian Barat pada pada 23 September 1956 di Soa-Sio Tidore. Kemudian, pada tahun 1962 dia diperbantukan di Kementerian Dalam Negeri sampai tahun 196. Ia wafat pada 4 Juli 1967 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kapahaha Ambon.

Suprianto menjelaskan, alasan kuat masyarakat Indonesia tidak boleh melupakan Zainal Abidin Syah karena patriotisme dalam dirinya sangat tinggi.

“Jadi, ada satu alasan tersendiri bahwa motor penggerak, dia harus mengambil keputusan (bergabung dengan NKRI), walaupun keputusan itu, dari berbagai kalangan, ada yang kontra. Dia tetap komitmen bahwa Tidore dan Irian Barat adalah bagian dari NKRI,” ucap dia.

Baca Juga  Tak Transparan Kelola DD, Kades Fatkauyon Didemo Sejumlah Pemuda dan Pelajar

Suprianto melalui mengutip ucapan Soekarno mengenai sosok Sultan Zainal Abidin Syah. “Bung Karno bilang, ‘kalau tidak ada Sultan syah, tidak ada lagu dari sabang sampai merauke’.” ucap dia.

Dia mengatakan, Seminar Nasional tentang Peran Sultan Zainal Abidin Syah dalam Mempertahankan Kedaulatan NKRI untuk membangkitkan memori sejarah bangsa Indonesia akan peran Zainal Abidin Syah dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah mengusulkan Sultan Zainal Abidin Syah sebagai salah satu Pahlawan Nasional dari Kesultanan Tidore,” ucap Sekretaris Humas UNJ, Nugrahaeni Prananingrum, dalam keterangannya.

Kegiatan Seminar Nasional akan berlangsung pada Kamis, 12 Maret 2020 bertempat di Aula Latief Hendraningrat Universitas Negeri Jakarta. Seminar ini direncanakan akan dibuka oleh Menteri Dalam Negeri, dihadiri oleh Rektor UNJ, Gubernur Maluku Utara, Walikota Tidore.

Baca Juga  Natal Berlangsung Aman, Pembimas Katolik: Terima Kasih Umat Islam dan Umat Beragama di Maluku

Pembicara adalah Dr. Nono Sampono, M.Si (Wakil Ketua DPD RI), H.Husain Alting Sjah, SE.,MM (Sultan Tidore), Prof. Dr. Mus Hulise|an , DEA. (Peneliti Sejarah Budaya Maluku), Dr. Benhur Tommy Mano, MM. (Walikota Jayapura), Ir. Mahmud Raimadoya (Dosen lPB,Putra Sultan Zainal Abidin Syah), Neneng Ridayanti, M.Hum,(Arsip Nasional RI), dan Dr.Abdul Haris Fatgehipon, M.Si (Kordinator Pusat SosiaI, Ekonomi, dan Humaniora LPMM UNJ). (red/rtm/iii/ep)