Porostimur.com, Ambon – Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Pattimura, Prof. Dr. Dominggus Malle, S.Pt., M.Sc, menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam menjaga kohesi sosial serta mencegah potensi konflik berbasis komunitas di Maluku.
Pesan itu disampaikan Prof. Malle saat memberikan arahan pada kegiatan Pembekalan Mahasiswa Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pattimura Gelombang I Angkatan LII Tahun Ajaran Ganjil 2025/2026, Kamis (2/10), di Gedung Lab Terpadu Pendukung Blok Masela.
Mahasiswa sebagai Agen Perdamaian
Dalam arahannya, Prof. Malle menyoroti fenomena sosial yang kerap memicu gesekan, baik di kehidupan sehari-hari maupun di ruang digital. Menurutnya, konflik sering kali muncul dari hal kecil, bahkan hanya dari perbedaan ekspresi di media sosial.
“Kalau dulu kita sering mengatakan mulutmu harimaumu, sekarang justru jarimu harimaumu. Satu ketikan di media sosial bisa memicu salah paham yang berujung pada konflik,” ungkap Prof. Malle.
Ia mengingatkan mahasiswa agar bijak dalam bermedia sosial dan mampu hadir sebagai kelompok intelektual yang memberikan pencerahan, memperkuat solidaritas, serta menjadi teladan harmoni sosial.
“Mahasiswa Universitas Pattimura harus tampil sebagai agen perdamaian, sekaligus motor literasi digital, agar dapat membimbing masyarakat menghadapi perubahan sosial di era teknologi,” tegasnya.











