Sebab setelah dievaluasi selama setahun pelaksanaannya, jumlah masyarakat yang hadir dalam program ini tidak terlalu banyak, walau program ini telah diapresiasi sebagai program yang efektif dalam menggali aspirasi masyarakat.
“Mungkin saja banyak masyarakat yang enggan datang ke balai kota. Oleh sebab itu, WAJAR akan kita pindahkan ke desa/negeri dan kelurahan,” terangnya.
Wattimena menegaskan, kunjungan ke desa/negeri dan kelurahan menjadi salah satu indikator dari kebijakan Prioritas pertama yang diusungnya, yakni penguatan koordinasi dan konsolidasidengan pemerintah desa/negeri dan kelurahan. (Nur Fauziah)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News










