Pada hari datangnya sebagian tanda – tanda Tuhanmu tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia belum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya.
Katakanlah: “Tunggulah olehmu sesungguhnya kami pun menunggu pula.” (QS. Al-An’am: 158).
Hal ini harus menjadi perhatian kita untuk tidak menunda-nunda untuk bertaubat, bila hal ini terjadi besar kemungkinan akan menenggelamkan kita pada kemaksiatan dan pada akhirnya akan menganggap baik bahkan bangga dengan kemaksiatan yang dilakukannya.
Selagi kita hidup di dunia, mari kita gunakan kesempatan ini untuk menyikapi adanya penutupan pintu taubat ini dengan tiga cara di bawah ini:
1. Pertama, bersegera melakukan taubat.
Allah Swt berfirman: “Sesungguhnya tobat di sisi Allah hanyalah tobat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertobat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah tobatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS An-Nisa: 17).
2. Kedua, bersegera melakukan berbagai macam kebaikan sebelum datangnya masa yang menyebabkan kita sulit untuk melakukan kebaikan.
Rasulullah SAW. bersabda:
“Bersegeralah kalian untuk mengerjakan amal-amal sholeh, karena akan terjadi berbagai fitnah yang menyerupai malam yang gelap gulita.” (HR Muslim dan Tirmidzi).










