WALHI Desak Audit PT FHT, Dugaan Pencemaran Kali Kukuba

oleh -27 views
Direktur Eksekutif WALHI Maluku Utara Astuti N. Kilwouw, menilai kondisi tersebut tidak bisa dianggap sepele karena berpotensi merusak ekosistem pesisir dan mengancam kehidupan masyarakat.

“Sebagai proyek strategis nasional, standar kepatuhan, transparansi, dan akuntabilitas lingkungan itu harus lebih tinggi, bukan lebih longgar,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Lembaga Advokasi Tambang dan Laut (Latamla), Faiz Albaar, menduga sedimentasi yang mengalir ke perairan berasal dari sistem pengendalian lingkungan yang tidak berjalan optimal.

Menurutnya, infrastruktur seperti check dam seharusnya mampu menahan lumpur dan pasir agar tidak mencemari wilayah hilir.

“Kali Kukuba sebagai nadi utama habitat laut di Teluk Buli harus diselamatkan dan wajib lestari,” tegas Faiz.

Koalisi Sipil dan Pemda Ambil Sikap

Koordinator Koalisi Masyarakat Sipil Selamatkan Tambang (KSST), Ronald Lobloby, menilai persoalan ini menyangkut keberlanjutan ekosistem dan tata kelola pertambangan, sehingga tidak bisa dipandang sebagai insiden biasa.

Baca Juga  Gunung Dukono Kembali Erupsi, Sepekan Terjadi Lima Kali Letusan

Di tengah meningkatnya tekanan publik, Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur telah meminta pihak perusahaan segera mengambil langkah penanganan serta memastikan pengawasan lingkungan terus dilakukan.

Perusahaan Bantah, Sebut Faktor Curah Hujan

Menanggapi tudingan tersebut, PT Feni Halmahera Timur menyatakan telah melakukan evaluasi internal dan pemeriksaan lapangan.

Perusahaan menyebut perubahan warna air dipengaruhi tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.

No More Posts Available.

No more pages to load.