Sementara pilar ketiga adalah Smart City, melalui pemanfaatan teknologi dan integrasi sistem digital untuk membangun tata kelola pemerintahan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman dan era disrupsi digital.
Dalam sesi tersebut, Renuat memaparkan sejumlah program Renaksi yang dinilai strategis bagi pembangunan Kota Tual atau Maren.
Paparan tersebut menjadi ruang bagi kepala daerah untuk menyampaikan gagasan, menyusun strategi, sekaligus menerjemahkannya ke dalam langkah-langkah konkret untuk menjawab persoalan pembangunan daerah.
Gagasan Harus Berujung pada Aksi Nyata
Renuat menilai penyusunan Renaksi bukan sekadar pemenuhan dokumen perencanaan, tetapi harus menjadi instrumen untuk memastikan setiap potensi daerah dapat diarahkan pada pencapaian pembangunan yang terukur.
Menurutnya, kepemimpinan daerah harus mampu menerjemahkan gagasan menjadi program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Pemimpin yang kuat bukan hanya memiliki gagasan, tetapi mampu mengubah gagasan menjadi aksi nyata demi rakyat,” cetus Renuat.
Seluruh dokumen Renaksi yang telah melalui proses coaching tersebut selanjutnya akan disempurnakan hingga mencapai tahap final sebelum dipresentasikan secara langsung di hadapan panel penguji.
Presentasi tersebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum rangkaian KPPD Angkatan IV Tahun 2026 resmi ditutup.
Renuat menegaskan, arah utama Renaksi yang disusunnya adalah mengoptimalkan seluruh potensi Kota Tual agar pembangunan daerah berjalan semakin adaptif dan responsif terhadap perubahan.









